AHLAN WA SAHLAN..... WELCOME.... SELAMAT DATANG...

Bagi para blogger selamat berbagi pengalaman, antara kita memang berbeda, tapi tidak mustahil kalau terkadang fikiran kita sama dan searah... meski raga kita terpisah jauh... apakah fikiran dan tujuan kita juga jauh... tentu tidak... di sinilah aku berusaha untuk berbagi dalam cinta dan kasih... Cinta dapat membuat kita hidup bahkan sebaliknya... namun semua itu ada pada diri kita.. bagaimana menyikapi masalah tersebut...
ingin hidup dengan cinta atau tidak sama sekali tapi jangan pernah sekali-kali mati dengan atau karena cinta... kecuali cinta kepada Nya... selamat menuai Cinta.. karena cinta bagian dari kita... Semangat dan Salam Cinta.. untuk sang pengembara yang selalu berusaha...

Rabu, 08 Februari 2012

halalkan dirinya

jantungku berdebar saat jumpa dirinya
mataku terpejam tak kuasa melihat sinarnya
mungkinkah diriku jatuh cinta padanya
dapatkah diriku selalu bersamanya

halalkan dirinya oh Tuhan
agar ku tak sesat dari jalan-Mu
halalkan dirinya oh Tuhan
agar ku tak jauh dari kasih-Mu

aku mendambakannya
aku merindukannya
aku ingin kau halalkanku dengannya

halalkanlah dirinya oh Tuhan
agar aku tak sesat dari jalan-Mu
halalkanlah dirinya oh Tuhan
agar aku tak jauh dari kasih-Mu

aku mendambakannya
aku merindukannya
aku ingin kau halalkanku dengannya

Rabu, 25 Januari 2012

kita bersama




senja tenggelam kita masih bertahan
malam terbentang kita masih berjalan
lupakan penat bersama bintang
meraih mimpi harapan masa depan

kita satu dan terus melaju
kita bersama hadapi masalah
kuatkan diri dan janganlah ragu
besarkan jiwa dan bangkit bersama

semua ini hanyalah fana
takkan kekal hingga kita mati
janganlah ragu atas semua
yang kita ukir pasti berarti

#


kita satu dan terus melaju
kita bersama hadapi masalah
kuatkan diri dan janganlah ragu
besarkan jiwa dan bangkit bersama

semua ini hanyalah fana
takkan kekal hingga kita mati
janganlah ragu atas semua
yang kita ukir pasti berarti



Jumat, 20 Januari 2012

Titipan Ilahi

suatu hari di saat aku telah mengenalmu, aku terbayang bahwa dirimulah satu-satunya untukku, dirimulah satu yang terbaik untukku, tak pernah terlintas dalam benakku untuk jauh dari dirimu, mimpi yang telah memperingatkanku atas jalan cintaku padamu ternyata semua itu nyata, terkejut diriku saat dirimu mengatakannya melalui kawanmu, aku memang telah salah jalan dan telah kusadari itu, aku hanya tidak bisa jauh dan berpisah darimu, karena aku sangat menyayangimu, setiap detik dalam sujud aku berharap kelak dirimu tahu dan dapat merasakan apa yang aku rasakan, tahu dan mengerti apa yang selama ini aku alami.

terhela nafasku saat melihatmu di tangga rumahmu, aku tak sanggup menatapmu bukan berarti aku takut tapi aku masih menghormatimu aku menyayangimu, entah dalam dirimu, yang pasti kamu tahu isi hatiku meski memang sampai detik ini aku belum bisa menyampaikannya langsung kepadamu karena memang dirimu pun tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk dapat mencurahkan hal itu dan aku fahami semua itu, aku yang selama ini egois kepadamu, aku tidak pernah memberikanmu waktu dan kesempatan untuk dapat tumbuh memekar hingga memberikan harum kepada siapa saja yang berada di sekitarmu, kini aku akan memberikan itu karena melepasmu sejenak membutuhkan waktu bagiku tuk menyerahkan ke pantauan-Nya.
termenung diriku saat mengingat yang terjadi pada keadaan kita, cinta yang jauh berbeda dengan yang orang lain rasakan, cinta yang hanya memendam rasa, menanti bergulirnya sang waktu, saling malu jika bertemu, berpaling terkejut saat tak sengaja saling melihat, Allahu Akbar, aku tidak tahu sedikit pun apa yang dirimu rasakan dan pendam, entah rasa suka atau lainnya.

ingin rasanya dirimu tahu akan perasaanku dan isi hatiku yang selama ini kuberikan hanya padamu, tapi entah bagaimana caranya, aku hanya bisa menulis saat rinduku tak dapat lagi kutahankan, berharap agar menjadi saksi cintaku padamu, mungkin sebagian orang menganggap bahwa menulis itu hanya membuang waktu, namun bagiku tidak, karena hanya tulisan yang akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku menjadi kehangatan dalam jiwaku, aku berangan-angan,bermimpi dan berharap agar suatu hari nanti aku bisa berbagi atas apa yang selama ini aku rasakan padamu, aku ingin menjadikan kisah ini terukir jelas dalam sebuah buku mungil yang akan kuhadiahkan hanya untuk dirimu satu.

aku harus kuat dan semoga Allah memberikanku kekuatan dalam penantian ini, sebelum aku titipkan dirimu kepada-Nya, aku telah memberimu pesan singkat malam itu, semoga kamu masih mengingatnya, meski aku pun bingung kamu atau ibu yang menerima sms itu, jika memang ibu, semoga suatu saat pesan itu disampaikan kepadamu yang tentunya ibu lebih tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi tahumu, aku hanya bisa menunggu dirimu tumbuh dengan alam dan lingkunganmu yang pastinya akan membawamu ke tempat yang terbaik.

layaknya bunga atau pun pohon yang berada di tanah yang subur jika selalu disiram pun tentu tidak baik, jika terlalu banyak dipupuk pun tidak baik karena mempercepat pertumbuhan sama juga dengan memaksa keadaan yang belum sampai tahapnya, aku ingin dirimu layaknya pohon atau bunga yang tumbuh dan berbuah atau berbunga sesuai pada waktunya, memberikan rasa dan keindahan, kepada semua yang memandang.

jika kamu anggap diriku pengemis cintamu maka aku akan relakan dirimu tuk memanggilku sebagai fakir cintamu, carilah bahasa paling rendah dari pengemis cinta, fakir cinta, maka itulah diriku di matamu.
tedohku ba mu wakhi bongi, tedohku ba mu senakhen ni ate, oh enggi... nateku, peri kecilku kamu akan tumbuh menjadi bidadariku, Bidadari Syurgaku.

Rabu, 18 Januari 2012

ajari aku cinta


Pernahkah kau bayangkan
Diriku terpuruk dalam kerinduan
Pernahkah kau rasakan
Cinta yang teramat dalam
Mengapa cintaku tak sama
Seperti yang semua katakan
Mengapa cintaku tak sama
Seperti yang semua rasakan
Jalan berliku kutetap bertahan
Dalam cinta yang penuh jebakan
Tuntunlah aku oh Tuhan
Menuju cinta yang kau janjikan
Tuntunlah aku oh Tuhan
Saat terjebak dalam kesesatan
Ajari aku oh Tuhan
Cinta yang engkau izinkan
“
aku mendambakanmu
aku mengharapkanmu
aku merindukanmu
aku masih denganmu

Tuntunlah aku oh Tuhan
Menuju cinta yang kau janjikan
Tuntunlah aku oh Tuhan
Saat terjebak dalam kesesatan
Ajari aku oh Tuhan
Cinta yang engkau izinkan

Akankah cinta kita satu

Saat ku jumpa dirimu

Saat itu kau masih malu

Sampai kapan kau terus begitu

Memendam rasa di hatimu

saat kuberjumpa denganmu

ku yakin kau terbaik untukku

saat kumulai menatapmu

ku tahu dirimu hanyalah milikku

oh cintaku

engkaulah satu harapanku

oh cintaku

engkau tetap di hatiku

oh cintaku

janganlah engkau membenciku

oh cintaku

kasihku tulus untuk dirimu

“

tatapan matamu kurindu

berdebar saat melihatmu

akankah cinta kita Satu

hingga kelak ku menjemputmu

restu ilahi



Kekasihku pergi
Jauh entah kapan kembali
Meninggalkan rasa rindu di hati
Banyak yang datang silih berganti
Namun dirimu yang tetap kunanti
Kini aku terperangkap cintamu
Terkurung dalam jerat bayanganmu
Kini hidupku hampa tanpamu
Kan bertahan hingga aku mati
Oh kasih
Janganlah engkau lupakan
aku di sini masih menunggumu
oh kasih
janganlah engkau tinggalkan
aku di sini tetap merindukanmu
bila esok hari engkau telah kembali
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan sejuta mimpi
bila esok hari engkau telah kembali
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan restu ilahi

“””

Oh kasih
Janganlah engkau lupakan
aku di sini masih menunggumu
oh kasih
janganlah engkau tinggalkan
aku di sini tetap merindukanmu
bila esok hari engkau telah kembali
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan sejuta mimpi
bila esok hari engkau telah kembali
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan restu ilahi
dan hadirkan restu ilahi
dan hadirkan
restu ilahi

dimabuk cinta


Bayangkan bila harimu penuh warna
Itulah yang saat ini ku rasakan
Dia membuat tidurku tak nyenyak
Dia membuat makanku tak enak
Ku terpikat pada kehangatan
Yang selalu dia berikan

Ku rasa ku sedang di mabuk cinta
Nikmatnya kini ku di mabuk cinta, di mabuk cinta

Bayangkan bila harimu penuh warna
Itulah yang saat ini ku rasakan

Dia membuat tidurku tak nyenyak
Dia membuat makanku tak enak
Ku terpikat pada kehangatan
Yang selalu dia berikan

Ku rasa ku sedang di mabuk cinta
Nikmatnya kini ku di mabuk cinta
Ku rasa ku sedang di mabuk cinta
Ku rasa ku sedang di mabuk cinta
Nikmatnya kini ku di mabuk cinta
Di mabuk cinta, di mabuk cinta, dimabuk cinta