AHLAN WA SAHLAN..... WELCOME.... SELAMAT DATANG...
ingin hidup dengan cinta atau tidak sama sekali tapi jangan pernah sekali-kali mati dengan atau karena cinta... kecuali cinta kepada Nya... selamat menuai Cinta.. karena cinta bagian dari kita... Semangat dan Salam Cinta.. untuk sang pengembara yang selalu berusaha...
Jumat, 19 Agustus 2011
wanita
cinta tidak mengikat keduanya, meski dalam tali ikatan
cinta bisa membuahkan kekuatan namun bisa pula membuahkan keterpurukan
aku ingin bercerita kepada kawan semua, suatu ketika aku pergi berjalan menuju suatu pertemuan yang melibatkan ikhwan dan akhwat, ketika itu aku datang bersama rekan-rekanku serantau, kami duduk bercerita tentang semua yang kami alami di rantauan, canda tawa pun memecahkan suasana pertemuan saat itu, seakan kami pemilik acara tersebut, sesaat kemudian acara dimulai dan seorang wanita datang dengan indahnya memasuki ruangan tertunduk wajah cantiknya namun sinarnya tidak bisa tertahan untuk keluar dari pancaran parasnya, dia duduk sendiri terpisah dari kawan-kawannya, belum terlintas di benakku mengapa dia duduk terpisah dari kawannya, timbul tanya dalam benakku siapakah wanita itu ? kenapa dia duduk terpisah dari kawan-kawannya ?
waktu terus berjalan seiring dengan acara yang telah disusun, acara terus berjalan hingga tibalah waktu untuk mendengarkan lantunan kalam ilahi, kami pun tertunduk hidmat mendengarkan suara merdu itu seraya menikmati ayat demi ayat yang disampaikan, suara indah itu memanggilku untuk mengangkat kepala dan melihatnya, dari jarak yang tidak begitu jauh aku menatapnya dengan kagum, subhanallah... pertanyaan yang ada di awal acara tadi terjawab tuntas tanpa harus bertanya kepada siapa pun, wanita yang cantik indah menawan hati ternyata dia seorang qoriah, jarang aku mendapatkan wanita secantik dia memiliki suara merdu namun mau melantunkan ayat-ayat Allah, karena lebih banyak aku mendapatkan wanita cantik hanya memamerkan keindahan dan kecantikannya saja dan enggan untuk menutup auratnya.
sejak saat itulah terlintas dalam benakku bahwa yang membedakan dari mereka hanyalah iman, begitu banyak wanita cantik indah menawan namun tidak memiliki iman yang cukup, mereka beranggapan bahwa aurat hanya sebatas pandangan saja tidak lebih. padahal kita semua tahu kalau hal-hal apa pun akan terjadi karena pandangan mata, pendengaran belum tentu menjerumuskan atau meluruskan kita namun dengan pandangan keduanya bisa terjadi.
ada sebagian wanita yang enggan untuk menutup auratnya karena bagi mereka wanita yang menutup auratnya belum tentu bisa menjaga dirinya dengan baik bahkan mungkin bisa jauh lebih terjerumus dari mereka wanita yang tidak menutup auratnya, hal ini terjadi tidak sedikit dari wanita yang ingin kehidupannya bebas. namun apa yang ada dengan membuka auratnya ? rasa malu yang dulu ada dalam dirinya terbang pergi entah kemana, malu untuk berbuat buruk, malu untuk berbuat hal yang kurang baik.
pada saat terjerumus wanita tadi malu dan lemah namun karena dunianya yang membuatnya demikian dia pun terpaksa untuk melupakan masa lalunya dan terus mengikuti keterpurukannya yang kemudian dia anggap hal itu sebagai suatu kebahagiaan meski pun perih jika mengingatnya, naudzubillah tsumma naudzibillah.
semoga kita selalu dalam lindungan, ridho dan pertolongan Nya.
wallahu waliyyu taufik wannajah..
Rabu, 17 Agustus 2011
MUSYAWARAH
pertemuan untuk mufakat
pertemuan untuk maslahat
pertemuan yang dilaksanakan dengan jalan yang sehat
sehat dalam perkataan
sehat dalam cara pandang
sehat dalam menolak perbedaan
sehat dalam memberi keputusan
perbedaan pasti ada dalam fikiran
perbedaan datang untuk kesempurnaan
jika tidak ada perbedaan untuk apa ada pertemuan
pertemuan ada untuk menbandingkan perbedaan
kerja keras konsekuensi dari hasil keputusan
berbuat dan berusaha dalam pencapaian maksimal
berbuat butuh pengorbanan
berbuat butuh dorongan
kerja keras jangan dinilai
kerja keras jangan diukur
kerja keras jangan mengharap imbalan
kerja keras dan teruslah berkerja keras
biarlah orang lain menilai
biarlah orang lain memberi imbalan
biarlah orang lain menikmati kepuasan
tugas kita hanya
berbuat
berkerja keras
berjuang
berkarya
kerja keras akan bernilai maksimal mutlak jika terorganisir
Manusia Sempurna
tidak harus menunggu untuk menjadi manusia sempurna
tidak harus berusaha untuk menjadi manusia sempurna
tidak harus kaya untuk menjadi manusia sempurna
tidak harus indah dipandang untuk menjadi manusia sempurna
semua manusia diciptakan dengan sempurna
semua manusia diberikan bawaan yang sempurna
semua manusia tidak jauh dari kata sempurna
namun manusia lah yang membedakan kesempurnaan
manusia yang membuat sempurna menjadi jauh dari kesempurnaan
manusia tidak pernah puas atas kesempurnaan
menganggap kesempurnaan yang berbeda menjadi kekurangan
menilai perbedaan jauh dari kata kesempurnaan
harus bagaimana sempurna itu ?
haruskah menjadi indah,kuat,kaya,sehat dan berwibawa ?
haruskah lari dari kesempurnaan yang berbeda ?
seluruh manusia ingin sempurna
dengan uang manusia ingin lebih sempurna
dengan kekuasaan manusia menjadi paling sempurna
semua beranggapan bahwa fisik adalah mutlak nilai kesempurnaan
tidak lagi dari hati,moral dan budi pekerti
dokter kini telah menjadi tuhan kesempurnaan
arsitektur kini telah menjadi tuhan keindahan
uang kini telah menjadi tuhan kesejahteraan
kekuasaan kini telah menjadi tuhan keagungan
lalu..
untuk apa tuhan menciptakan langit dan bumi ?
untuk apa tuhan menciptakan siang dan malam ?
untuk apa tuhan menciptakan baik dan buruk ?
untuk apa tuhan menciptakan syurga dan neraka ?
kehidupan yang diciptakan dengan kesempurnaan
kehidupan yang diciptakan dengan berpasang-pasangan
kehidupan yang diciptakan dengan berbagai macam bentuk,sifat dan karakter
yang tentunya berbeda namun tetap saling membutuhkan antara satu dengan lainnya
tidak ada kata sempurna jika kesempurnaan yang berbeda itu belum disatukan
carilah kesempurnaan yang berbeda maka anda akan mendapatkan kesempurnaan yang lebih sempurna
jika anda mencari kesempurnaan yang sama maka anda akan merasa bahwa diri anda lebih tinggi atau sebaliknya.
* sesempurna apa pun kita, kesempurnaan hanya milik sang pencipta.
Manusia dan Karakternya
ada pula yang bersifat keras yang mana selalu menggunakan emosi dan nafsu untuk mengiyakan semua yang ada pada dirinya, semua yang ada pada jiwanya harus tercapai meski dengan cara yang tidak layak sekalipun namun suatu saat semua itu pasti akan ada tujuan akhirnya, karena tidak selamanya sifat keras yang ada pada jiwanya bersatu dengan hasrat dan angannya.
1. manusia bagaikan wortel.
2. manusia bagaikan telur.
3. manusia bagaikan kopi.
maka yang terjadi adalah wortel yang kita masukkan tadi berubah menjadi lunak
(lembut).
dalam air yang mendidih maka telur yang encer tadi pun akan berubah menjadi keras
tidak lagi cair.
masukkan ke dalam air mendidih maka bau dan rasa biasa saja tidak terlalu meluas
aromanya, namun bagaimana jika biji atau bubuk kopi tadi dimasukkan ke dalam air
yang mendidih maka semua orang yang ada di dekatnya pun tahu kalau itu adalah
aroma kopi, aromanya telah menjemput orang-orang yang di sekitarnya untuk datang
dan ingin segera melihat bahkan menikmatinya.
dari tiga perumpamaan tersebut kita bisa ambil yang mana yang harus kita jadikan pribadi yang baik dan bermanfaat bagi orang lain, tentu kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga bahkan orang lain. dengan tempahan ujian hidup yang sedemikian rupa kita bisa bertahan dengan sabar dan tabah atas segala cobaan,rintangan dan godaan karena semua itu tak lain semata untuk menjadikan kita kuat dan mampu menghadapi segala macam problem hidup yang tidak akan ada akhirnya ini. kecuali sampainya perjumpaan kita dengan sang pencipta.
MERDEKA
merdeka untuk seluruh manusia
merdeka untuk nusa dan bangsa
merdeka itu bebas
bebas dari perbudakan
bebas dari penindasan
bebas dari kesusahan
bebas dari kebodohan
bebas dari kerusakan
kerusakan atas moral
kerusakan atas budi pekerti
kerusakan atas nilai
kerusakan atas kejujuran.
kejujuran itu kini tak ada
kejujuran itu kini telah musnah
kejujuran itu kini takut karena ancaman
kejujuran itu kini takluk dengan mata uang
uang rakyat malah untuk menjajah rakyat
uang rakyat malah untuk menindas rakyat
uang rakyat malah untuk melupakan rakyat
uang rakyat habis hanya untuk perbedaan pendapat yang bukan untuk rakyat
rakyat berjuang
rakyat ikut perang
rakyat harus mengumpulkan uang
rakyat tidur dengan raut wajah yang gersang
apakah kemerdekaan ini sudah diberikan kepada rakyat ?
apakah kemerdekaan ini sudah membebaskan kebodohan rakyat ?
apakah kemerdekaan ini sudah memperjuangkan rintihan rakyat ?
apakah kemerdekaan ini sudah menjadi milik penuh rakyat ?
ataukah memang kemerdekaan ini tidak ada hak untuk rakyat ?
di mana suara teriak merdeka itu ?
di mana suara teriak lirih pejuang itu ?
di mana suara kemerdekaan yang menggema kala itu ?
di mana ? di manakah generasi bagsa bisa mendengarnya ?
atau harus perang dulu baru layak mendapatkannya ?
kekuasaan telah menyembunyikan segalanya
kekuasaan telah membutakan semua yang bernyawa
kekuasaan telah mengisolir kebenaran
kekuasaan telah mendewakan manusia
tanpa sadar kau dewakan kekuasaan
tanpa sadar kau agungkan kekuasaan
tanpa sadar kau tuhankan kekuasaan
ya, tanpa sadar.. itu katamu.
tapi benarkah semua itu tanpa sadarmu ?
jika benar kenapa ada tawa di istanamu ?
aku ingin bebas
aku ingin merdeka
aku ingin berjuang
berjuang dengan kata
berjuang dengan pena
berjuang dengan alasan yang sama
berjuang untuk bangsa
berjuang untuk ridho Nya.
Minggu, 24 Juli 2011
Cinta di pintu jogja

awalnya aku ingin pergi ke pekalongan membeli beberapa baju pesanan kawan, kucari tahu nomor kawan yang memang dia kompeten untuk hal ini kemudian aku hubungi namun waktu belum memberi kesempatan karena kesibukannya, hingga akhirnya aku memutuskan untuk pending waktu, tidak ada yang menyangka kalau kondisi emosiku di rumah saat itu terganggu maka aku pun putar arah niatan untuk pergi ke jogja mumpung libur tidak salah berkunjung ke tempat kawan, dan saat itu aku berfikir untuk pergi dengan kereta api maklum hampir 4 tahun tidak naik kereta api karena di aceh tidak ada, namun waktu yang tersisa tidaklah cukup untuk pergi ke stasiun dari pada tidak jadi spontan aku pergi ke terminal yang memang juga langgananku kalau pergi ke jawa timur dan alhamdulillah dengan waktu yang terkikis tiket pun aku dapatkan dengan tujuan Jogja (giwangan) dengan kursi nomor 22 berangkat pukul 14.00 wib.
siang itu setelah shalat jum'at aku bergegas menyiapkan apa yang memang perlu untuk disiapkan maklum ke tempat kawan sekali-kali lah membawa oleh-oleh, jarum jam menunjukkan pukul 14.00 wib tepat dan telepon genggamku pun berdering yang ternyata dari "karamat djati" karena rumahku tak begitu jauh aku pun tancap gas menuju terminal lembang kemudian aku diarahkan untuk duduk di depan atau pilih seat sendiri karena di pinang ranti akan di pindah ke bis lain tujuan jogja hmmm aku pun tak mau tau yang ada dalam benakku aku ingin pergi ke jogja pindah ganti atau lain sebagainya itu tidak masalah bagiku yang penting aku sampai jogja, lumayan juga perjalanan sore itu jalanan macet maklum ibu kota sore hari penuh kesibukan, sesampainya aku di pinang ranti aku hanya duduk diam menunggu bus yang hendak mengantarku ke jogja hampir 1 jam menunggu, bosan sih iya.. tapi resiko penumpang duduk menunggu itu biasa.
tepat pukul 16.30 wib bus pun datang kemudian aku masuk menuju kursiku nomor 22 tak lama kemudian datang seorang gadis cantik tersenyum menghampiriku yang ternyata dia duduk tepat di sampingku kalau tidak salah dia duduk di kursi nomor 21, percakapan diantara kita pun terus saling menyambung yang kemudian kami berkenalan bercerita tentang hal dari yang penting hingga hal yang mungkin tidak penting untuk dibicarakan berbagi canda tawa bercerita keluarga hal yang belum pernah aku dapatkan seumur hidupku bertemu seorang gadis kemudian bercerita dengan leluasa jujur yang aku rasakan saat itu dia bukanlah gadis asing bagi hidupku seakan dia adalah masa laluku yang kemudian datang kembali pada pertemuan yang tidak diketahui, perjalanan semakin larut dengan percakapan sampai-sampai ibunya menelpon dia kemudian dipesan agar kalau memang ada turun tidak usah ikut turun namun kubilang jika tidak turun maka di bus sendiri itu malah berisiko, waktu istirahat pun tiba kami istirahat di daerah indramayu turun dan makan sejenak kulihat dia hanya makan sayuran nasi pun tidak diambilnya alasannya tidak selera ya.. satu alasan bagi wanita untuk menghindari makan malam di atas jam delapan, waktu habis kami masuk ke dalam bus melanjutkan perjalanan menuju kota pelajar yang penuh ragam itu.
malam semakin larut dia tertidur dengan letihnya namun kurasa dia tidak nyaman maklum rem dan gas selalu berebut jalan, kuberikan bahuku untuk sandarannya malam itu setidaknya rasa nyaman itu ada meski tak senyaman tidur di kursi pesawat yang memang katanya baru kali itu dia berpergian jauh dengan bus, saat itulah aku merasa memilikinya hatiku tergugah untuk menjaganya jika kulibatkan emosiku tentu dia bukanlah siapa-siapa bagiku namun hatiku mengalir dalam canda tawa yang menemani perjalananku, mungkin itulah yang mengawali rasa untuk ingin menjaganya. sesaat dia terbangun dalam lelap bertanya " tidak tidur kak? " kujawab saja " kalau aku jarang tidur kalau dalam perjalan panjang seperti ini ya.. mungkin sedikit tertutup mata tapi tidak lelap " dia pun memahaminya dan kuminta untuk melanjutkan tidurnya hingga pagi hari aku masih menjaganya dalam lelap sesampainya di kota magelang dia bangun dan membuka kosmetiknya sambil bercerita kalau saat dia bersolek pasti adiknya selalu mengejeknya maklum adiknya paling tidak suka bersolek, sambil melihat di sisi jalan sisa-sisa dari letusan larva dingin.
tidak lama kemudian kami sampai di kota jogja kuambil telepon genggamku namun sial batrei habis pantas saja tidak ada tanda sms atau telpon sekalipun yang berdering, kuambil kartu simku dan kumasukan melalui telepon genggamnya dan ternyata berujung sim card rejected karena salah pin dan puk, untuk jalan aman dia menyarankan untuk turun dan singgah di kosannya tidak perlu ragu atas apapun karena aku sudah mengganggapnya sebagai bagian dari hidupku aku pun ikut bersamanya, sesampainya di kos kuambil charger dan kusambungkan ke ponselku sambil menunggu penuh aku cari nomor sementara untuk menghubungi keluargaku, dan kucoba hubungi kawanku menggunakan ponselnya, lumayan menunggu agak lama akhirnya kawan itu datang juga, waktu berpisah pun datang namun apa daya pertemuan kami baru di perjalanan, sore itu aku hendak mengajaknya keluar namun waktu tidak berpihak padaku yang ternyata dia sedang berada di rumah neneknya di suatu tempat yang sejuk,dingin dan tentunya indah terasa.
hari terus berganti dan aku semakin rindu kepadanya terlintas dalam benakku dan masih melekat di bayanganku perjalanan yang tidak akan pernah terlupakan menemani dan menjaganya dalam lelap, sejak itulah aku menuai rindu padanya hingga kini aku tak tau bagaimana bisa perasaan ini selalui menghantui malamku. pertemuan yang tidak disengaja perjalanan dia yang tertunda dan perjalananku yang tergesa-gesa karena peralihan jadwal awalku, yang kudapat darinya adalah jiwa kebebasan dan ramah namun cuek dia sosok gadis yang tidak bisa tertekan gadis yang tetap teguh dalam pendiriannya sekali dia bilang a maka dia akan mengejarnya, sehingga kesehatan pun tidak terjaga olehnya, sedangkan aku mungkin sosok yang arogan,egois di matanya tapi entahlah... dia pun sudah memiliki pilihan untuk pendamping hidupnya meski janur kuning belum melengkung namun aku tidak akan memaksakan kehendak dan membuat hancur hati yang berkembang bahkan mungkin kebahagiaan itu ada pada dirinya,
terima kasih tuhan engkau telah mempertemukanku dengannya memberiku kekuatan dan pandangan atas segalanya, engkau menjagaku dalam pekatnya dunia dan memberiku jalan untuk memilih dan aku tahu bahwa pilihan yang terbaik hanyalah dari Mu, aku ingin ridho Mu, petunjuk untuk yang halal bagiku kelak, berikan aku cahaya mu untuk dapat melangkah menuju jalan yang engkau ridhoi. bimbinglah dia dalam jalan Mu, jagalah dia dalam gelap dan terang. selalu dalam setiap langkah, berikanlah kami jalan yang terbaik menurut Mu karena semua ini adalah rahasia Mu. rahasia alam semesta Mu.
Danau kelabu
Senja kini telah tenggelam namun aku masih duduk di sini, di bibir danau yang telah kita janjikan untuk bertemu, di sini ya.. di tempat inilah kita saling berbagi canda tawa suka maupun duka, namun sampai detik ini kabar pun tak lagi datang entah di mana dirimu berada saat ini, perpisahan kita memang belumlah lama namun hati dan perasaan yang membuatku merasakan lamanya perpisahanku padamu atau memang rindu yang menjadikan waktu begitu panjang sehingga kini aku merasakan rindu itu kepadamu, kulemparkan batu kecil ke dalam danau yang tenang terdengar suaranya menggema seakan berteriak " pulanglah ! dia tidak akan datang menjumpaimu. " hatiku berontak mendengar nada itu, namun apa daya suara itu hanya emosiku saja dan kuanggap sebagai suara setan yang hendak menggangu ketulusan cinta, kasih dan sangku, kuabaikan suara itu dan aku terus akan menunggu, garis merah perlahan padam matahari membenamkan wujudnya pergi untuk menemani belahan lain dari bumi ini, sedangkan aku masih duduk terpaku melihat ukiran nama yang terpahat cantik kala itu.
bulan perlahan datang membawa cahayanya bersanding bintang-bintang yang bertabur di jagat raya, seraya menemaniku dalam sepi penuh gundah dan gelisah namun aku tetap yakin kalau kamu akan datang bersama hatimu yang tulus seperti dulu, kucoba mengalihkan penantianku kepada langit yang pekat sambil mencari bintang yang paling bersinar terang satu persatu kujelajahi berharap dekat dengan cahayanya, tak kusangka cahaya mereka telah pergi perlahan dari pandanganku mungkinkah mataku rabun.? atau memang malam semakin larut.? kubiarkan waktu berjalan dengan sendirinya tanpa kusadari bahwa malam itu memang telah jauh meninggalkanku, gemercik air menetes sedikit demi sedikit membasahi tubuhku yang masih merebah di atas rumput hijau dan tebal.
dingin tak lagi terasa pada tubuhku namun tulang dan persendianku terasa tertusuk jarum bukan satu namun ribuan bahkan mungkin jutaan, aku rasakan getar hatiku dan detak jantung yang semakin tak terarah membuatku hanyut dalam ketajamannya, air hujan deras membasahi tubuhku namun sedikit suara pun aku tidak mendengar, hanya ada suara air yang mengisi perut danau, gemuruh dan guntur, dan aku masih tetap duduk tertekuk lutut menahan hembusan angin dan air hujan yang terasa menusuk tulang dan persendianku.
hatiku terus berteriak " apakah aku masih pantas untukmu.??!! apakah kamu sudah memiliki yang lain selainku.??!!!! ". teriakanku hanya sia-sia suara itu hanya ada dalam hatiku, aku tidak bisa memberikan suara itu meluas kepada alam semesta, hingga kini aku kuat karena rasa yang teramat sangat kepada dirimu, namun hingga kini aku tidak tahu canda tawa dan kebahagiaan itu betulkah hanya untukku.? atau hanya karena rasa kasihanmu terhadapku.? aku terlena dalam sibukmu, aku takut pada hatiku, aku tak sanggup dengan rasa yang kian membelengeku, " jika mengganggu dan membayangi buanglah jauh-jauh " itu tuturmu kepadaku, mungkin bagimu melupakan sangat mudah, namun aku... tidak semudah itu untuk melupakan apa yang ada pada hatiku.
perasaanku yang semakin dalam kepadamu membuat hariku hilang tertelan kesedihan, menunggu, itulah satu kata yang pantas untukku, aku hanya manusia penanti kasih sayang, penanti kebahagiaan, aku tidak bisa sepertimu yang selalu bahagia kapanpun kamu suka dan di manapun, aku sadar kalau diriku memang egois selalu menuntut keinginan diriku saja tanpa memberimu waktu untuk bebas berjalan memilih keadaan yang mungkin menurutmu baik atau jauh lebih bahagia.
huuuufff... kuhembuskan nafasaku dalam kesendirian merunduk menatap rumput yang tak berdosa, aku hanya bisa melihatmu dari foto yang kusimpan yang kujadikan sebagai obat rinduku, tak tertahan air pun menetes dari mataku membasahi pipi terjatuh tanpa arti, air mata itu membantu dan menemaniku dalam kesedihan, tak terasa matahari pun akan datang untuk memberikan kebahagiaan bagi seluruh makhluk hidup, namun aku masih duduk lusuh lemah terhempas di atas rerumputan, menahan perih yang semakin dalam, kucoba tersenyum dalam sedih menghilangkan kelabu yang masih menyelimuti perasaanku, kusambut mentari dengan hela nafas sedalam mungkin mencoba untuk membuka hidup baru, semangat baru, harapan baru.
aku berikan seluruh perasaan ini pada Mu tuhan, karena engkaulah yang Maha tahu atas segalanya, mungkin selama ini aku terlalu jauh dari Mu atau bahkan aku tidak mengingat mu, aku yakin engkaulah yang berkehendak atas semua ini, engkau yang mencinptakan kami dan engkau juga yang mengetahui bagaimana jalan kami meski jalan itu kami lah yang menjalankan tapi semua ini adalah atas titah Mu, aku berjalan untuk keridhoan Mu, aku bernaung hanya kepada Mu, aku memohon cinta itu datang dari Mu, dari kuasa Mu.