AHLAN WA SAHLAN..... WELCOME.... SELAMAT DATANG...

Bagi para blogger selamat berbagi pengalaman, antara kita memang berbeda, tapi tidak mustahil kalau terkadang fikiran kita sama dan searah... meski raga kita terpisah jauh... apakah fikiran dan tujuan kita juga jauh... tentu tidak... di sinilah aku berusaha untuk berbagi dalam cinta dan kasih... Cinta dapat membuat kita hidup bahkan sebaliknya... namun semua itu ada pada diri kita.. bagaimana menyikapi masalah tersebut...
ingin hidup dengan cinta atau tidak sama sekali tapi jangan pernah sekali-kali mati dengan atau karena cinta... kecuali cinta kepada Nya... selamat menuai Cinta.. karena cinta bagian dari kita... Semangat dan Salam Cinta.. untuk sang pengembara yang selalu berusaha...

Senin, 22 April 2013

cinta abadi

sunyi..
sepi..
dua kata yang kini aku rasakan
dua kata yang kini betul-betul menemani hari-hariku

tak pernah aku bayangkan
tak pernah aku inginkan
tak pernah aku impikan bahwa semua ini akan terjadi pada diriku


di ujung perut malam ini
kudengar lirih rintihanmu
kudengar kerinduanmu
kudengar dalamnya cinta jauh dari lubuk hatimu

mengapa engkau terus bersembunyi dari kenyataan ini
mengapa engkau terus bertahan dalam kesenduan
mengapa engkau terus menahan rindu padahal hati kita ingin bersatu

bersatu dalam cinta
bersatu dalam kasih
bersatu dalam kerinduan yang tak dapat dipisahkan
bersatu dalam restu dan perlindungan Tuhan

semesta alam tahu betapa besarnya cintaku padamu
jagat raya tak lagi ragu untuk menyatukan hatiku dengan hatimu
namun engkau..
engkau masih duduk sendiri meragukan semua resah gelisahku yang tak dapat hidup bersamamu

syair hanyalah syair
sebuah kata yang kurangkai dari rintihan hati dan jiwa
luapan dari seluruh perasaan yang ada
bumbu dari nyata dan maya

kegelisahanku tak sebanding dengan keceriaan jiwaku
senyumku telah menyatu dengan kesedihan, kepedihan dan kegundahanku padamu

wahai ratuku
dengarkanlah aku yang di sini masih sangat merindukanmu
dengarkanlah aku yang di sini masih sangat mengharapkanmu
dengarkanlah aku yang di sini masih sangat membutuhkan setiap hela nafasmu

engkau yang jauh di sana
dengarkan rintihan hati sang pengembara cinta
dengarkan rintihan hati sang pengemis cinta
dengarkan rintihan hati sang budak cinta-cinta mu

rasakan bulu roma mu yang semakin berdiri tegak
rasakan jantung mu yang semakin berdetak
rasakan darah mu yang kini semakin mengalir deras berlari keseluruh penjuru organ tubuh
rasakan semangat mu yang kini semakin membara untuk mempertahankan cinta, cita dan asa
rasakanlah..
rasakanlah..

jangan biarkan cinta mu hilang ditelan ombak lautan
jangan biarkan cinta mu melayang ditiup badai topan musiman
jangan biarkan cinta mu pergi berlalu tanpa arti
jangan biarkan cinta mu gagal karena faktor ketidak cocokan tunggal

hidup ini adalah pertemuan
pertemuan akan melahirkan sebuah kehidupan
kehidupan yang baru
kehidupan yang harmonis
kehidupan yang penuh cinta dan damai

biarkan perbedaan menjadi perjuangan
biarkan rintangan menjadi ujian
biarkan kesedihan dan kepedihan menjadi wujud dari sebuah pengorbanan
aku di sini masih mencintaimu
aku di sini masih sangat dekat denganmu bahkan telah bersemayam jauh di lubuk hatimu

cinta ini gila..
tidak ! buka cinta yang gila
tapi aku yang sangat gila mencintaimu
aku yang sangat gila ingin mendekapmu

cinta ini munafik..
tidak ! bukan cinta yang munafik
tapi aku yang munafikan diri telah berbohong kalau aku tak cinta padamu
aku telah berbohong kalau aku tak ada rasa pada dirimu

cinta ini gombalan semata..
tidak ! bukan cinta yang menggombal
tapi aku..
aku yang menggombal padamu karena aku sangat inginkan cintamu
karena aku sangat inginkan belaian kasihmu
karena aku sangat inginkan hidup bersamamu

cinta ini haram..
tidak ! bukan cinta yang haram
tapi aku yang membuat nya menjadi haram
aku yang membuatnya menjadi tak berharga
aku yang membuatnya menjadi tak lagi memiliki marwah

cinta ini suci..
tidak ! bukan cinta yang membuatnya suci
tapi aku..
aku yang ingin dia suci
aku yang ingin dia berarti
aku yang ingin dia bersamaku sampai mati
aku yang ingin dia abadi

cinta ini abadi
meski tak seabadi umur ku di dunia
namun mencintaimu adalah segalanya dan selamanya




malam senyap, 22 April 2013 / 03.25




Senin, 15 April 2013

surat dari sahabat

sahabatku / saudaraku.....
di saat kita nikmati kebersamaan, banyak hal yang terlewatkan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mangalir begitu saja
waktu yang tersisa seolah tak mampu menampung nya dan waktu yang sangatlah singkat membuatku teringat kepada mu sahabat...

semua kenang-kenangan itu tak terasa pergi meninggalkan segala kegembiraan serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata, ada beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

sahabat...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari, waktu demi waktu telah kita lalui semuanya, banyak hal yang pernah terjadii karena itulah jalan hidup yang kita miliki, kadang benci, kesal dan kecewa serta rasa senang dan sayang sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama...

ya Tuhan...
jagalah dan lindungilah sahabat-sahabat saudara-saudaraku
karena mereka adalah sahabat terbaikku selamanya

best friend forever

we wish you luck forever

N don't forgetto Darul Amin yee........

by : YOMA




Senin, 08 April 2013

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis




“Rosulullah bertanya kepada iblis, Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”

“Jika seorang umatku berpuasa?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca al-Quran?”
“Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.”

“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu?”
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang di jalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang yang bertaubat.”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar di waktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?”
“Sedekah yang diam – diam.”

“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majelis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?”
“Di bawah kuku manusia.”

a tear

perjalanan menuju sebuah harapan tidaklah mudah dilalui, begitu banyak rintangan, halangan, cobaan, godaan, namun jika semua itu dirasakan bersama yang terjadi hanya akan menjadi sebuah kenangan termanis dalam hidup, sebuah perjuangan dalam kebersamaan, penuh canda tawa bahkan duka tertutupi dengan kedua nya, hari-hari penuh warna, lika-liku kehidupan telah menjadi bumbu sebagai proses pendewasaan diri, tak terasa sebuah kebersamaan harus berakhir dengan sebuah perpisahan, jelas semua itu adanya karena tak ada perpisahan jika tak ada pertemuan.

tak ada lagi alasan yang bisa kuungkapkan kepada sebuah perpisahan, hanya derai air mata yang bisa kuberikan meski sampai saat ini aku terus berusaha tuk menghabiskannya dalam kesendirian, seperti hal nya banyak orang tua bilang " menangislah selama kamu mampu, menangislah sesuka hatimu, menangislah selagi kamu bisa mengeluarkan air mata, menangislah sampai kamu bosan dengan linangan nya karena tangisanmu tak akan merubah segalanya." yakinlah, bahwa kebersamaan itu selalu ada di relung hati buka hanya di tempat yang fana ini.

dulu saat aku terpuruk aku berusaha bangkit sendiri namun ternyata tangan yang lembut menjulur ke arahku dan kemudian menegakkan tubuhku, saat itu aku hanya bisa mengatakan " biarkan aku bangkit sendiri, biarkan aku berjalan dengan luka diriku sendiri." namun dengan kelembutannya jiwa ku pun tak sanggup menolak uluran tangan nya, aku berdiri dan berjalan melangkah bersama dirinya, dulu aku tahu kelak aku hanya akan menjadi abu, tapi sungguh tak terfikir oleh diriku bahwa kelak itu ternyata detik ini, dan hal itu betul terjadi.

lagi-lagi proses pendewasaan menjadi korban, korban perasaan, korban kehidupan, korban ketidak adilan, korban pemaksaan, apalah daya ? perpisahan di depan mata, perpisahan sungguh membuat diriku gelisah, seakan percaya dan tidak percaya, namun aku harus percaya bahwa hal ini adalah nyata.

tak ada yang tahu kapan kita akan berjumpa, kapan kita akan berpisah, atau bahkan kapan kita akan bertemu kembali, kehendak Nya adalah jalan yang harus kita syukuri bersama, kehendak Nya adalah jalan yang harus kita lalui bersama, setidaknya bersama jiwa kita masing-masing, ada kalanya kita menyesali sebuah pertemuan, ada juga kalanya kita menghendaki sebuah pertemuan, ada kalanya kita menyesali perpisahan, ada juga kalanya kita menghendaki perpisahan, semua sudah menjadi suratan Tuhan yang tak perlu lagi didebatkan, anggap saja sebuah takdir yang memang sudah ditetapkan.

bersyukur atas apa yang telah diberikan, karena semua itu hanyalah titipan, kapan pun kita harus siap untuk mengembalikan, menyiapkan diri, memantaskan diri, membekali diri, agar tak salah arti, tak salah persepsi, tak salah tujuan, atas dasar apa kita dipertemukan, semua itu tak lain hanya untuk sebuah pelajaran dari  sebuah kisah kehidupan sang cucu Adam.

tak ada air mata
tak ada kenangan
tak ada pertemuan
tak ada perpisahan

perjalanan masih panjang untuk sebuah harapan
menggapai mimpi dengan sebuah prestasi 
merajut asa tak pernah ada kata menyerah
berjuang untuk satu nada cita

lenyap suara tak ada tersisa
saat bintang bertaburan di angkasa
terbersik tanya dalam pekat nya
di mana hatimu berada ?

aku terjatuh saat mendengar nya
aku terpuruk saat mengingat nya
aku tak sanggup menahan air mata
keteteskan saja biar jelas bahwa derita adanya

berharap abadi adalah tujuan dari judul cinta..

sangat sulit cinta ditebak, dikira-kira, diduga-duga semua hanya akan melahirkan asas praduga, menghadirkan cinta tidak sesulit mempertahankannya, mempertahankan cinta tidak sesulit melepaskannya, banyak yang terbuai dengan manisnya cinta, berangan-angan sesuatu yang hanya akan berujung luka, tidak untuk luka katanya, ingat itu masih katanya.

siapa yang mau terluka ? hanya orang bodoh saja yang ingin merasakan hal yang demikian, jelas semua terjadi karena pertemuan, timbul perasaan yang mengakibatkan timbul sebuah kata sayang, jika memang tak sayang mengapa keinginan selalu dikabulkan, mengapa keinginan selalu diberikan dan hal itu bukanlah perbuatan satu perasaan melainkan melibatkan dua perasaan dari dua jiwa yang berbeda.

melepaskan perih hanya karena terasa sudah sangat meradang, kenapa tidak melakukan pencegahan ? bukankah mencegah lebih baik dari pada mengobati ? jika menyelami lautan maka selamilah dengan sepenuh hati, hingga mendapatkan keindahan dasarnya jika beruntung mutiara sebagai hadiahnya meski tak sedikit air laut yang terminum karena menahan tekanan udara, jika tak dapat hadiah setidaknya dapat keindahan nya, atau jangan sama sekali menyentuh air nya karena jika hanya menyelam dengan setengah hati maka yang ada hanya akan menghadirkan praduga, dan itu adalah seburuk-buruk perbuatan.

menjalani cinta yang semakin berkecamuk penuh dengan hambatan, rintangan, bahkan godaan. mengapa cinta selalu dijadikan korban ? hanya karena perbedaan adat, budaya, suku semua jadi permasalahan, tak bisakah cinta bersatu dengan hati ? tak bisakah cinta bersatu dengan perasaan ? atau memang cinta harus terlahir dengan paksaan ? di mana letak keadilan itu jika hanya terus-terusan mengedepankan paksaan ?
demi langit dan bumi aku tahu bahwa cinta tidak memiliki batasan.

adam diciptakan dari sesuatu yang tak ada, hawa diciptakan dari lelaki saja, Isa As diciptakan dari perempuan saja dan sisa nya diciptakan dari keduanya. itu adalah janji Allah Tuhan semesta alam, Dia tidak pernah mengatur adat, suku dan apapun bentuk perbedaan lain nya, Dia hanya berpesan jika telah sanggup untuk menikah maka nikahilah dari hamba ku yang kau suka.

suka itu dangkal nya sayang, sayang itu samudera nya cinta, cinta itu pertahanan hati, pertahanan hati itu saling memahami, saling memahami itu terlahir dari komunikasi, komunikasi itu perlu adanya pengendalian diri, pengendalian diri itu menyampingkan ego pribadi, menyampingkan ego pribadi itu mendengarkan sepenuh hati, mendengarkan sepenuh hati itu melaksanakan kesepakatan, melaksanakan kesepakatan itu harus dengan kesabaran, kesabaran itu perlu didorong dengan ketaqwaan, ketaqwaan itu ada karena beriman, beriman kepada Nya merupakan jalan keabadian, jalan keabadianlah yang diinginkan dari setiap pasangan.

sampai kapan perbedaan menjadi sebuah alasan ? cukup sudah bemimpi.. tersadar sejenak saat mengingat bahwa diri ini hanya rongsokan yang tak ada harga nya, tak memiliki merek ternama, tak ada harga jualnya, tak pantas jika harus dijejerkan dengan merek lain yang sudah lebih dulu ditawarkan dan memiliki harga, lebih baik hancur dari pada hanya menjadi bahan lecehan.

jarum jam tak bosan-bosan nya berputar baik yang muda mau pun yang tua hanya karena ingin membantu siapa pun yang membutuhkan nya, selalu melangkah tak perduli meski hanya itu-itu saja jalan nya, dia tidak pernah mundur selangkah pun, kecuali mati yang akan mengakhiri perjuangan nya, dia setia dan tak ada sifat egois nya untuk mendahului yang memang sudah ditakdirkan untuk kaju sebelumnya, yang lain hanya menunggu sisa, jika ada syukur alhamdulillah.

harapan tetap sebagai harapan, cinta tetap sebagai cinta, mencintai bukanlah segalanya, tapi abadi bersamamu adalah tujuan dari sebuah harapan cinta. 

Minggu, 07 April 2013

Ribuan Malaikat Mendoakan Orang Yang Di Caci Maki (Kisah Sahabat Rasul)



Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar. Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut. Rasulullah kembali memberikan senyum.
Semakin marahlah orang Arab Badui tersebut. Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yang memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut. Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.
Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yang sudah sampai halaman rumah. Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, janganlah Anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!”
Rasulullah menjawab, “Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnaan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepadamu, kepada Allah SWT.”
Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum. Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu.
Hadirlah iblis di sisimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya.
Setelah itu menangislah abu bakar ketika diberitahu tentang rahasia kesabaran bahwa itu adalah kemuliaan yang terselubung.

www.komandancinta.blogspot.com

Sabtu, 02 Maret 2013

RABINDRANATH TAGORE (1861-1941)

RIWAYAT HIDUP.

      Tagore berasal dari Calcutta, sebuah kota yang kosmopolitis (kosmopolit = warga dunia). ia keturunan keluarga Brahmana yang sangat kaya. saudara-saudaranya semua kaum kosmopolit. Mereka berusaha untuk mempengaruhi pendidikan Tagore dan usahanya itu berhasil. hal ini tampak pada perjuangan Tagore untuk mewujudkan cita-citanya yang besar. Persaudaraan ummat manusia sedunia.
      Sebagai usaha untuk mengabdikan diri kepada cita-citanya itu, maka sejak 1913 ia memulai mengadakan perjalanan mengelilingi dunia. Beberapa kali ia pergi melawat ke pelbagai negara di Eropa, Amerika dan beberapa negara Asia. Indonesia pun tidak lupa dikunjunginya. di mana-mana ia mendapat sambutan yang meriah. ceramah-ceramahnya tentang keadilan sosial, pemerintahan sendrii, pengetahuan, perkembangan bakat yang bebas dan emansipasi, diterbitkan berjuta-juta jilid. Hasil dari penerbitan itu dipergunakannya untuk membiayai lembaga-lembaga pendidikannya.
      Tagore adalah seorang pembaharu sosial, pendidik, juga seorang pujangga, ahli musik dan ahli filsafat, yang tidak jemu-jemunya memperjuangkan tercapainya perdamaian dunia.
      Hasil karyanya di lapangan kesusateraan sangat mengagumkan sehingga pada tahun 1913 gubahannya yangterkenal, Gitanjali (nyanyian berkorban), dapat merebut hadiah Nobel bagi kesusasteraan, Gitanjali merupakan sebuah lirik keagamaan dalam bahasa Inggris yang mutu dan nilai sasteranya sangat tinggi tarafnya, gubahannya itu membuktikan bahwa Tagore berasal dari keluarga religius. ia mendapat dasar keagamaan dari ayahnya, Debedranath Tagore.
      Mengingat jasa-jasanya yang besar, maka pada tahun 1915 ia mendapat gelar Doctor honoris causa dalam kesusasteraan dari Universitas Calcutta dan pada tahun 1941 dari Universitas Oxford. dalam usia 80 tahun Tagore meninggal dunia di Santiniketan pada tahun 1941.

CITA-CITA.

Pembaharuan Kebudayaan.
      Tagore ingin memperbaiki kebudayaan India lama. Untuk memodernisasikan India ia menghendaki segalanya dari Barat tapi meskipun demikian ia selalu berpegang pada pedoman, bahwa India harus memiliki sifat-sifatnya yang asli. menurut Tagore hal ini dapat diselesaikan dengan mengadakan kombinasi yang seimbang dari idealisme Timur dan realisme Barat. Usaha untuk melaksanakan cita-citanya ini merupakan intisari daripada hidup Tagore.

Persaudaraan Dunia.
      Tagore bercita-cita mewujudkan persaudaraan sedunia, tanpa mengenal perbedaan kasta, kulit, bangsa dan agama. Dari taraf persaudaraan seluruh India, dikehendakinya persaudaraan seluruh Asia dan akhirnya persaudaraan seluruh dunia. ia berusaha untuk menghindarkan diri dari egoisme kebangsaan. menurut Tagore, nasionalisme itu sama saja dengan individualisme massa yang menjadi pokok pangkal bencana peperangan.

Pembaharuan di lapangan sosial.
      Tagore berpendapat bahwa kekurangan dan kemunduran India ditimbulkan oleh satu sebab, yaitu kekurangan pada pendidikan rakyat. selama hidupnya ia tidak melepaskan cita-citanya untuk memajukan rakyat. ia menghendaki agar setiap desa menjadi suatu Sriniketan, suatu panti kemakmura.

FIKIRAN-FIKIRANNYA MENGENAI PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH.


Pandangannya terhadap Intelektualisme.
      Menurut tagore, Pemerintah kolonial Inggris terlampau mengutamakan pengetahuan dari buku-buku. Bangsa India tidak mendapat pendidikan untuk membangun bangsanya, melainkan dididik hanya untuk menjadi pagawai negeri murahan saja. Sistim pendidikan itu dirasanya terlampau materialistis. Ia hendak lebih mengutamakan sifat-sifat estetis dalam pendidikan. menurut Tagore, unsur nasional dalam pendidikan dengan demikian akan terpelihara juga. alat-alatnya yang terbaik ialah pelbagai kesenian.
      Tagore tidak menghendaki murid-muridnya mempelajari hal-hal yang kering-kersang dari buku-buku yang membosankan, yang makna sebenarnya sama sekali tidak difahaminya. murid-murid akan belajar karena penyelidikan dan percobaan sendiri, karena kegiatan dengan musik dan tari-tarian, dengan hidup dan bekerja di alam bebas. ia memikirkan pelbagai cara untuk lebih mempererat hubungan dengan alam. dalam hal ini semboyannya " jangan membawa pohon-pohon ke dalam kelas, tetapi bawalah kelas ke bawah pohon-pohon ".

Pendidikan agama.
      Agama dijadikan dasar sistim pendidikannya, hanya Tagore tidak mau memberikan ajaran suatu jenis agama tertentu dan ia tidak menyetujui pelajaran agama yang diberikan secara sistimatis. ia mengutamakan penanaman perasaan keagamaan pada umumnya. jadi ajaran agama yang diberikannya ialah yang "dapat meliputi" seluruh keagamaan. menurutnya "agama ialah suasana".      

Sistim gurukula (pendidikan asrama)
      Tagore berkata : " Pendidikan yang sejati ialah pendidikan asrama". Sistim ini adalah sistim pendidikan kaum Brahmana dan dilaksanakan di tempat-tempat yang sunyi, jauh dari keramaian dunia. Sistim ini mengharuskan guru dan murid selalu berada dalam hubungan yang erat. Karena itu mereka tinggal bersama dalam satu asrama. Murid-murid belajar lebih menghargai kebenaran daripada kekayaan, cinta akan alam dan hormat kepada mahluk Tuhan.
      Tagore mengambil keputusan untuk melaksanakan cara-cara mendidik yang biasa dilakukan oleh guru-guru Brahmana. Itulah sebabnya maka ia mendirikan sekolahnya di tempat sunyi dan tandus. Orang menyamakan diri Tagore dengan seorang resi, seorang guru pada zaman dahulu. Gandhi menyebutnya " Gurudev" (= guru besar, guru yang luhur).

Selfgoverment (cara memerintah sendiri, mengatur diri)
      Tagore berpendapat, bahwa anak dalam segala usahanya harus memiliki rasa bebas, percaya kepada diri sendiri, bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan kepada masyarakat, suka tolong menolong, bekerja sama. untuk itu maka kehidupan di sekolah harus merupakan suatu "republik" yang sanggup mengatur dan memerintah diri sendiri. Dalam hal ini murid-muridlah yang harus mengatur segala-galanya. Azas inilah yang dinamakan azas selfgoverment.