AHLAN WA SAHLAN..... WELCOME.... SELAMAT DATANG...

Bagi para blogger selamat berbagi pengalaman, antara kita memang berbeda, tapi tidak mustahil kalau terkadang fikiran kita sama dan searah... meski raga kita terpisah jauh... apakah fikiran dan tujuan kita juga jauh... tentu tidak... di sinilah aku berusaha untuk berbagi dalam cinta dan kasih... Cinta dapat membuat kita hidup bahkan sebaliknya... namun semua itu ada pada diri kita.. bagaimana menyikapi masalah tersebut...
ingin hidup dengan cinta atau tidak sama sekali tapi jangan pernah sekali-kali mati dengan atau karena cinta... kecuali cinta kepada Nya... selamat menuai Cinta.. karena cinta bagian dari kita... Semangat dan Salam Cinta.. untuk sang pengembara yang selalu berusaha...

Kamis, 07 Februari 2013

Teriakan dari Desa


gerah yang kurasa saat ini
hidup terpuruk diambang naluri
ragaku terhempas bahkan tergilas
oleh hiruk pikuk dunia yang semakin beringas

tahu lah aku kalau dirimu hebat
aku pun tahu kalau dirimu kuat
wajahmu bersedih hanya sesaat
di hadapan kornea dunia
kau nadakan kesedihan
kau lagukan kepedihan
kau nostalgiakan kearifan yang bagimu itu sumber kekuatan
itu bagimu, tidak bagiku dan manusia kaleng lainnya

bukan hanya raga
namun nyawa pun kini kau renggut demi kepuasan
tahu lah aku kalau dirimu dermawan
dunia mengenalmu
dunia membutuhkanmu
tapi tahu kah kamu atas perbuatanmu itu ?

kini aku masih duduk dan berharap adanya jiwa arif yang membawa pundi-pundi rupiah untukku
kini aku harus berbaring lemah menanti dan mengharap sosokmu yang bahkan kelak bukan lagi dirimu
haruskah aku merangkak, membungkuk dan bersujud di kakimu
hingga kau tahu bahwa dirimu dewa baruku atau Tuhan rupiahku

aku yang terbaring lemah membutuhkanmu
aku yang berhak kau bantu !
bukan dia yang sudah terlanjur hidup dalam kemewahan
nadaku melangit namun kau pun tak mendengar
bagaimana jika ku kebumikan ?

aku yang berjalan di atas bebatuan
aku yang berjalan di atas rerumputan
aku yang berjalan di atas butiran pasir lautan
merasakan perubahan nafas yang semakin sesak
merasakan pahitnya keadilan

dulu aku adalah raja
raja di tanahku sendiri
rakyatku sejahtera
hidup dalam kedamaian meski tidak dalam kemewahan
rakyatku berbudi luhur meski tidak berpendidikan

namun kini aku dan rakyatku harus berlari
jauh ke arah yang tak menentu
meninggalkan tahta yang kubangun sejak dulu
kini terasa sudah penjajah dalam negeriku
yang memikirkanku hanya dengan hitungan jam
mencintaiku hanya dengan hitungan detik

kini aku harus merangkak mengintip bidangan tanah tak bertuan
saat kudapatkan engkau pun datang dan kau katakan
AKU YANG BERWENANG !!
aku pun terpaksa pergi dengan luka di hati
isak tangis bocah ketika itu membuatku bertanya
inikah hamba-Mu Tuhan
jika bumi-Mu ini sudah bertuan apakah lautan-Mu pun demikian
apakah kelak nafasku tak lagi sebebas dahulu ?
cabutlah nyawaku sebelum aku melihat keruntuhan dan murka-Mu atas perbuatan tangan hamba-hamba-Mu.

Senin, 15 Oktober 2012

syair cinta



 Syair Cinta












sejenak aku termenung
memikirkan apa yang telah terjadi
syair cinta sudah mulai terasa
membangun semangat dalam jiwa

terkurung aku dalam sepi
sendiri tanpa arti
dan resah pun kini mulai kurasa
karena dirimu miliknya

derai air mata
jatuh dalam tubuh yang tak berdaya
kusingkap tabir di atas luka
terlihat senyum mu masih setia

kau ucapkan benci pada cinta
kau ucapkan benci pada rasa
kau tak ingin mengenal cinta

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri

kau ucapkan benci pada cinta
kau ucapkan benci pada rasa
kau tak ingin mengenal cinta

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri


Rabu, 15 Agustus 2012

Wasiat Pak Sahal kepada kelas Enam 1974 saat akan Rihlah

Saya berbicara kali ini betul-betul dengan ihlas. Hanya akan saya ambil sedikit-sedikit, dan singkatnya, atau pucuknya saja. Semua yang akan saya sampaikan ini bahkan sedikitnya direkam dan rekaman ini nanti mudah dijadikan buku dan dapat dibaca oleh seluruh umat, sampai sampai pada anak cucu saya sendiri dan anak-anaku sekalian yang ada.

Sebagai mukaddimah, jangan sampai salah terima, kalau pondok modern, Pak Sahal ataupun Pak Zarkasi, itu anti kepada siapapun yang menjadi pegawai, anti kepada priyai, anti kepada buruh, tidak!

Sama sekali tidak. Ini supaya dicatat lebih dulu. Saya tidak menghalangi, saya tidak anti, saya tidak memusuhi, orang yang menjadi pegawai. maka disini saya tekankan di dalam niatmu. Jangan salah niat, kalau sampai salah niat akan rugi hidupmu. Selama hidupmu hanya akan rugi karena salah niat.

Kalau saya, rumah tangga saya, anak istri cucu saya kebetulan kecukupan, jangan katakan saya ini bangga. Saya hanya bersukur saja. Hanya kebetulan, bukan sombong, dan tidak bangga.

Umpamanya masuk pondok modern ini ingin jadi pegawai, itu berarti niatmu sudah kalang kabut. Jangan sampai niatmu itu rusak. Maka disini saya beri jalan, bagaimana cara orang hidup.

Kalau sekarang anak-anak ini kebetulan melarat orang tuanya, jangan kecil hati. Sekiranya anak-anak ini kaya orang tuanya, jangan berbesar hati. Ini diantaranya saya anggap penting dalam pembicaraan saya ini. saya tidak punya apa-apa, tetapi berani hidup. BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI. TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA, ini semboyan saya.

Segala titah apapun, cacing-cacing, kutu-kutu, walang, kalajengking, kodok, kadal, semut, semua sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Ini yang saya pegang. Wamaa min dabbaatin fil ardi illa’allallaahi rizquha. Harrik yadaka undzil alaikan rizqo. Ini harus diingat, gerakkan tanganmu dan Allah akan menurunkan rezeki kepadamu.

Sungguh saya sudah tidak punya apa-apa. Konsekuensinya saya digoda sampai melarat habis-habisan, tapi pikiran saya tidak sampai lepas.”Kumlawe gumreged”, kumlawe artinya tangan digerakkan dan gumreged artinya makan.

Jangan kecil hati karena tidak menjadi pegawai. menghadapi hidup jangan kecil hati, betul-betul jangan kecil hati. Pada suatu masa, beban akan menimpa keluarga, sebagaimana yang pernah dialami keluarga saya. Bagaimana orang tua saya menyekolahkan anak-anaknya, apa yang saya pakai untuk menyekolahkan anak-anak saya.

Anak saya sekolah ini, anak pak lurah sekolah HIS yang uang sekolahnya sampai 3 gulden atau 3 rupiah, artinya padi satu kuintal. Tapi saya bismillah, tanah saya sebelah sanasebanyak seperempat hektar telah saya wakafkan, yang sebelah situ setengah hektar pun sudah saya wakfkan. Hanya tanaman itu (pohon kelapa), selama anak pak sahal masih sekolah hasilnya masih tetap dipungut untuk menyekolahkan anak-anak pak sahal. Yang berarti anak-anak itu akan meneruskan cita-cita pak Sahal.

Itu diantara nasib yang saya alami tetapi tetap berani, berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.

Tak perlu korupsi bisa hidup. Jangan kecil hati. Jangan edan-edanan. Saya tidak anti kalau anak-anakku nanti menjadi mahasiswa, menjadi sarjana, kemudian menjadi pegawai, jadi buruh, gajinya sebulan dua puluh lima ribu sampai lima puluh ribu. Tapi jangan kesana tekanannya. Jangan terlalu menggaris bawahi kesana, sampai-sampai lupa kepada tugasnya.

Kalau orang sudah menjadi pegawai mati otaknya. Ini tidak semua, tapi pada umumnya. Sudah sekolah setengah mati, masuk tsyanawiyah terus masuk ke gontor lalu menjadi mahasiswa, ahirnya menjadi pegawai, lupa segalanya. Kitabnya tidak dibaca lagi. Tabligh tidak mau. Nasib rakyat tidak dipedulikan, hanya mengumpul dengan anak istrinya. Khianat……khianat…..

Hanya menghitung-hitung, tanggal berapa ini? kurang berapa lagi sebulan? Kapan naik pangkatnya? Kapan naik gaji? Kapan ini? Kapan itu? Hidupnya jor-joran denggan kawan-kawannya. Naudzubillah……

Sudah mondok sekian lamanya belajar agama seperti tafsir, hadist, dan lainnya. Tidak untuk mengurus tabligh, tidak untuk ngurus, tidak untuk apa-apa. Hilang setelah jadi pegawai. Sudah lupa kepada masyarakat, sudah lupa kepada negara, sudah lupa kepada nasib agama.

Masih untung kalau mau sembahyang atau jum’atan, itulah pegawai. Boleh dilihat jadi pegawai sepuluh atau duapuluh tahun belum bisa buat rumah. Itu biasa, paling-paling kalung sebentar, cincin sebentar, Honda sebentar.

Jangan sampai anak-anak sekalian menyandarkan warisan orang tua. Warisan tidak memberkahi, anggaplah tidak akan menerima warisan. Hidup self help, berani menolong diri sendiri. Maka kalau hanya menyandarkan hanya pada orang tua itu namanya kere, pengemis. Kalau memang jantan, tidak usah menerima warisan orang tua, seperti Triumurti, Pak Sahal, Pak Zarkasih, dan Pak Fanani. Ayah saya hanya mempunyai sawah tidak lebih dari satu hektar, tapi anak-anaknya seperti saya, Pak Lurah, Pak Fanani, Pak Zar dan lainnya, sabar.

Pegang doran, pegang cangkul, betul-betul petani. Pak Lurah sepuh, ayahnya Pak Iwuk, juga mencangkul. Saya pun demikian, tapi tidak kecil hati. Zaman dulu, kalau orang sudah sekolah Belanda itu merasa orang nigrat. Merasa orang terpandang, merasa maju, orang yang cerdas, karena sekolah disekolahkan Belanda. Tapi ayah saya tidak demikian, ayah saya seorang kiyai di desa, tetapi terpandang, jujur, adil dan di cintai.

Menjadi murid atau santri pondok modern jangan kecil hati. Kamu itu belum apa-apa, besarkan hatimu. Yen wanio ing gampang, wedio ing pakewuh, sabarang ora kelakon, ini wasiat Ramayana, artinya : “Kalau hanya ingin enak saja, takut kesulitan, takut kesukaran hidup, apa saja tidak akan tercapai”. Hidup adalah perjuangan, lieben is treigen. Itulah manusia hidup di dunia. jangan takut hidup. Ini yang harus dipegang mulai dari sekarang.

Yang lebih penting lagi adalah jujur. Percaya kepada Allah. Jangan kecil hati. Inilah yang saya amanatkan. Amanat yang saya pidatokan, yang pertama kali mengenai iqtisyodiyyah, mengenai ekonomi, pengupa jiwa, golek sundang pangan, sanguine urep.

Jangan sampai anak-anakku iri kepada kawan-kawannya yang menjadi pegawai. iri kepada orang yang mendapatkan gaji. Sekali lagi jangan kecil hati. Jangan salah niat. Ini yang saya pertama kali tanamkan kepada anak-anakku.

Jangan takut hidup. Yang penting iman kuat. Jaga kehormatan, insyaallah cukup rezeki. Ini saja anak-anakku, mudah-mudahan ada manfaatnya, ada berkahnya, untuk hidup di dunia akhirat, khusnul khotimah.

Rabu, 01 Agustus 2012

Untuk Mu di Langit



Senandung lirih sang bumi yang masih terdiam dalam rindu
Menepis semua badai yang mendera dalam syahdu
Terbersit tanya dalam setiap rotasi
Akankah mentari sanggup menyinari seluruh isi bumi
Bumi terhanyut dalam gulita
Menikmati indahnya bintang yang meski menjauh kala dipandang
Matahari, bumi, bulan dan galaksi semua adalah bintang pada dasarnya
Tapi jauh berbeda pada hakikat dan fungsinya
Penghuni langit yang Maha Melihat lagi Maha Bijaksana
Maha tahu atas semua ciptaan
Raja segala raja
Aku bumi bersyukur atas nikmat Mu
Aku bumi bersyukur atas semua karunia Mu
Aku bumi percaya akan takdir dan seluruh kuasa dan kehendak Mu

Rabu, 20 Juni 2012

izinkanku menantimu

termenungku dalam tangismu
~ hooo ooo
tak mengerti apa yang tlah terjadi padamu
mungkinkah cinta kita kan bersatu
~~~~ hooooo ouoooo
dapatkah diriku miliki cinta di hatimu

selamanya ku kan selalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan selalu hadirkan cinta untukmu
~~~^~^
selamanya ku kan selalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan selalu hadirkan cinta untukmu

~~v~v
bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku
izinkan ku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo ooouoooo
menantimu
~~~ huuuuuuoooo ooo
meski waktu terus berganti
dirimu takkan terganti
hingga nanti engkau kembali
namamu masih di hati
~~~^~^

bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku

izinkanku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo ooouoooo
menantimu
~~~ huuuu hoouooohoo

selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu
selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu

~~~V~V~
bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku
izinkanku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo wouooo
menantimu
~~~ huuuuu yeiyeeeee
menantimu



* kalo udah baca dan suka tolong di like ya hehe, do not like before reading this little piece of heart.



miss you.miss you.miss you.miss you.miss you.miss you........ Where are you..... Hmm (little smile.please), yeah thats right, just wait for right moment. I know that. Give me a way please... Need you 'Allah' i know you love us. Than you give us a rule to be happy in your heaven.ever. Bismillah.. Moving forward.
lagu ini hadiah ulang tahun

Sabtu, 02 Juni 2012

Pengertian BK Pola 17

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan“counseling” dalam bahasa inggris. Secara harfiah istilah “guidance” dariakar kata “guide” berarti mengarahkan (to direct), memandu (to pilot),mengelola (to manage) dan menyetir (to steer).13vBimbinganDewa Ketut Sukardi dalam salah satu bukunya yang berjudulBimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, menyebutkan bahwabimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada seseorang agar memperkembangkan potensi-potensi yang dimiliki,mengenali dirinya sendiri, mengatasi persoalan-persoalan sehingga merekadapat menentukan sendiri jalan hidupnya secara bertanggung jawab tanpabergantung kepada orang lain.14Prayitno dan Erman Amti, dalam bukunya Dasar-dasar Bimbingandan Konseling juga menjelaskan pendapat dari para ahli tentang bimbingan,diantaranya:Ø Frank Parson, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadaindividu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatujabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu.(Frank Parson, dalam Jones, 1951).Ø Crow & Crow, Bimbingan adalah bantuan yang diberikan olehseseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yangmemadai dan terlatih dengan baik kepada individu- individu setiap usiauntuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri,mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusansendiri dan menanggung bebannya sendiri. (Crow & Crow, 1960).Ø Bernard & Fullmer, Bimbingan merupakan segala kegiatan yangbertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu. (Bernard &Fullmer, 1969). vKonselingMenurut Dewa Ketut Sukardi, konseling adalah hubungan timbalbalik antara konselor dengan klien (counselee), dalam memecahkanmasalah-masalah tertentu dengan wawancara yang dilakukan secara “Faceto Face” atau dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan klien, sehinggaklien sanggup mengemukakan isi hatinya secara bebas, yang bertujuan agarklien mengenal dirinya sendiri, menerima diri sendiri dan menerapkan dirisendiri dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya membuatkeputusan, pemilihan dan rencana yang bijaksana serta berkembang danberperanan lebih baik dan optimal dalam lingkungannya.16Dalam buku lain, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan danKonseling di Sekolah, Dewa Ketut mengartikan konseling sebagai suatuupaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antarakonselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik, human (manusiawi),yang dilakukan dalam suasana keahlian dan yang didasarkan atas normanormayang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaandiri sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkinpada masa yang akan datang.17Prayitno dan Erman Amti, juga menjelaskan pendapat dari para ahlitentang konseling, diantaranya: Ø Jones, kegiatan di mana semua fakta dikumpulkan dan semuapengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasisendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi danlangsung dalam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkanmasalah untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembanganyang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnyasendiri tanpa bantuan.
(Jones, 1951).Ø Smith, suatu proses di mana konselor membantu konseling membuatinterpretasi- interpretasi tentang fakta yang berhubungan dengan pilihan,rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. (Smith,dalam Sertzer dan stone, 1974).Dari beberapa pengertian konseling di atas, Prayitno dan Erman Amtimengambil sebuah kesimpulan bahwa konseling adalah proses pemberianbantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli(konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien)yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.18Dari pengertian bimbingan dan pengertian konseling di atas, dapatditarik sebuah benang merah bahwa Bimbingan dan Konseling adalah prosesbantuan khusus yang diberikan kepada semua siswa dalam membantu siswamemahami, mengarahkan diri, bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutandan keadaan lingkungan siswa di sekolah, keluarga dan masyarakat dalamrangka mencapai perkembangan diri yang optimal. Hallen dalam bukunya Bimbingan dan Konseling mengatakan bahwapola umum Bimbingan dan Konseling di sekolah sering disebut dengan BKPola 17, karena di dalamnya termaktub 17 butir pokok yang perlu diperhatikandalam penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah, meliputikeseluruhan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang mencakup bidang-bidangbimbingan, jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan danKonseling. Seluruh kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah ditujukanterhadap seluruh peserta didik (siswa) yang secara langsung menjadi tanggungjawab guru pembimbing atau guru kelas. Pelayanan Bimbingan dan Konselingdi sekolah dilaksanakan secara terprogram, teratur dan berkelanjutan.Pelaksanaan program-program itulah yang menjadi wujud nyata daridiselenggarakannya kegiatan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 19Sedangkan BK Pola 17 itu sendiri adalah pelayanan bantuan untukpeserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiridan berkembang secara optimal; dalam bidang-bidang bimbingan yangmeliputi bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar danbimbingan karier; melalui berbagai jenis layanan yang meliputi layananorientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layananbimbingan belajar, layanan konseling perorangan, layanan bimbingankelompok, dan layanan konseling kelompok; dan kegiatan pendukungnya yangmeliputi instrumentasi Bimbingan dan Konseling, penyelenggaraan himpunandata, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus


SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS

Pendahuluan
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.

Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
Pra Lahirnya Pola 17
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling, sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK, munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK, berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman, persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah, BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat, BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental, BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja, BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”, BK bekerja sendiri, konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif, adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja, pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja, menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat, menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien, memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes, inventori, kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja.
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Belum adanya hukum
Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964, fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya.
2. Semangat luar biasa untuk melaksanakan
BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang, menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun, guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah.
3. Belum ada aturan main yang jelas
Apa, mengapa, untuk apa, bagaimana, kepada siapa, oleh siapa, kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan, di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior, guru-guru yang mau pensiun, guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing, orang tua menjadi malu, dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya, bermasalah atau mempunyai masalah apakah. Dari segi pengawasan, juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan:
  1. Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Kesenian, dsb.nya.
  2. Guru Pembimbing merangkap pustakawan, pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelas-kelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir.
  3. Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk, tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok.
  4. Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan, karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya,
  5. Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing, sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling.Kondisi-kondisi seperti di atas, nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia.
Lahirnya Pola 17
SK Mendikbud No. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial, khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : 1. Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling.” 2. Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing, yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru. 3. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut; minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. 4. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Pengertian, tujuan, fungsi, prinsip dan asas-asasnya. b. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir c. Jenis layanan : layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.d. Kegiatan pendukung : instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” 5. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap :a. Perencanaan kegiatanb. Pelaksanaan kegiatanc. Penilaian hasil kegiatand. Analisis hasil penilaiane. Tindak lanjut6. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah. Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. Langkah konkrit diupayakan seperti :1. Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling.2. Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional, regional dan lokal mulai dilaksanakan.3. Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti :a. Buku teks bimbingan dan konselingb. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah4. Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling5. Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling, pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam, kegiatannya dengan BK Pola-17, pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis penilaian dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing, dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan. 

*semoga bermanfaat.