AHLAN WA SAHLAN..... WELCOME.... SELAMAT DATANG...

Bagi para blogger selamat berbagi pengalaman, antara kita memang berbeda, tapi tidak mustahil kalau terkadang fikiran kita sama dan searah... meski raga kita terpisah jauh... apakah fikiran dan tujuan kita juga jauh... tentu tidak... di sinilah aku berusaha untuk berbagi dalam cinta dan kasih... Cinta dapat membuat kita hidup bahkan sebaliknya... namun semua itu ada pada diri kita.. bagaimana menyikapi masalah tersebut...
ingin hidup dengan cinta atau tidak sama sekali tapi jangan pernah sekali-kali mati dengan atau karena cinta... kecuali cinta kepada Nya... selamat menuai Cinta.. karena cinta bagian dari kita... Semangat dan Salam Cinta.. untuk sang pengembara yang selalu berusaha...

Senin, 15 Oktober 2012

syair cinta



 Syair Cinta












sejenak aku termenung
memikirkan apa yang telah terjadi
syair cinta sudah mulai terasa
membangun semangat dalam jiwa

terkurung aku dalam sepi
sendiri tanpa arti
dan resah pun kini mulai kurasa
karena dirimu miliknya

derai air mata
jatuh dalam tubuh yang tak berdaya
kusingkap tabir di atas luka
terlihat senyum mu masih setia

kau ucapkan benci pada cinta
kau ucapkan benci pada rasa
kau tak ingin mengenal cinta

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri

kau ucapkan benci pada cinta
kau ucapkan benci pada rasa
kau tak ingin mengenal cinta

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri

sampai kapan kau terus bersembunyi
dari rotasi hati
yang hingga kini masih kau beri
sampai kapan kau terus berlari
dari cinta yang datang menghampiri


Rabu, 15 Agustus 2012

Wasiat Pak Sahal kepada kelas Enam 1974 saat akan Rihlah

Saya berbicara kali ini betul-betul dengan ihlas. Hanya akan saya ambil sedikit-sedikit, dan singkatnya, atau pucuknya saja. Semua yang akan saya sampaikan ini bahkan sedikitnya direkam dan rekaman ini nanti mudah dijadikan buku dan dapat dibaca oleh seluruh umat, sampai sampai pada anak cucu saya sendiri dan anak-anaku sekalian yang ada.

Sebagai mukaddimah, jangan sampai salah terima, kalau pondok modern, Pak Sahal ataupun Pak Zarkasi, itu anti kepada siapapun yang menjadi pegawai, anti kepada priyai, anti kepada buruh, tidak!

Sama sekali tidak. Ini supaya dicatat lebih dulu. Saya tidak menghalangi, saya tidak anti, saya tidak memusuhi, orang yang menjadi pegawai. maka disini saya tekankan di dalam niatmu. Jangan salah niat, kalau sampai salah niat akan rugi hidupmu. Selama hidupmu hanya akan rugi karena salah niat.

Kalau saya, rumah tangga saya, anak istri cucu saya kebetulan kecukupan, jangan katakan saya ini bangga. Saya hanya bersukur saja. Hanya kebetulan, bukan sombong, dan tidak bangga.

Umpamanya masuk pondok modern ini ingin jadi pegawai, itu berarti niatmu sudah kalang kabut. Jangan sampai niatmu itu rusak. Maka disini saya beri jalan, bagaimana cara orang hidup.

Kalau sekarang anak-anak ini kebetulan melarat orang tuanya, jangan kecil hati. Sekiranya anak-anak ini kaya orang tuanya, jangan berbesar hati. Ini diantaranya saya anggap penting dalam pembicaraan saya ini. saya tidak punya apa-apa, tetapi berani hidup. BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI. TAKUT MATI JANGAN HIDUP, TAKUT HIDUP MATI SAJA, ini semboyan saya.

Segala titah apapun, cacing-cacing, kutu-kutu, walang, kalajengking, kodok, kadal, semut, semua sudah dijamin rezekinya oleh Allah. Ini yang saya pegang. Wamaa min dabbaatin fil ardi illa’allallaahi rizquha. Harrik yadaka undzil alaikan rizqo. Ini harus diingat, gerakkan tanganmu dan Allah akan menurunkan rezeki kepadamu.

Sungguh saya sudah tidak punya apa-apa. Konsekuensinya saya digoda sampai melarat habis-habisan, tapi pikiran saya tidak sampai lepas.”Kumlawe gumreged”, kumlawe artinya tangan digerakkan dan gumreged artinya makan.

Jangan kecil hati karena tidak menjadi pegawai. menghadapi hidup jangan kecil hati, betul-betul jangan kecil hati. Pada suatu masa, beban akan menimpa keluarga, sebagaimana yang pernah dialami keluarga saya. Bagaimana orang tua saya menyekolahkan anak-anaknya, apa yang saya pakai untuk menyekolahkan anak-anak saya.

Anak saya sekolah ini, anak pak lurah sekolah HIS yang uang sekolahnya sampai 3 gulden atau 3 rupiah, artinya padi satu kuintal. Tapi saya bismillah, tanah saya sebelah sanasebanyak seperempat hektar telah saya wakafkan, yang sebelah situ setengah hektar pun sudah saya wakfkan. Hanya tanaman itu (pohon kelapa), selama anak pak sahal masih sekolah hasilnya masih tetap dipungut untuk menyekolahkan anak-anak pak sahal. Yang berarti anak-anak itu akan meneruskan cita-cita pak Sahal.

Itu diantara nasib yang saya alami tetapi tetap berani, berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja.

Tak perlu korupsi bisa hidup. Jangan kecil hati. Jangan edan-edanan. Saya tidak anti kalau anak-anakku nanti menjadi mahasiswa, menjadi sarjana, kemudian menjadi pegawai, jadi buruh, gajinya sebulan dua puluh lima ribu sampai lima puluh ribu. Tapi jangan kesana tekanannya. Jangan terlalu menggaris bawahi kesana, sampai-sampai lupa kepada tugasnya.

Kalau orang sudah menjadi pegawai mati otaknya. Ini tidak semua, tapi pada umumnya. Sudah sekolah setengah mati, masuk tsyanawiyah terus masuk ke gontor lalu menjadi mahasiswa, ahirnya menjadi pegawai, lupa segalanya. Kitabnya tidak dibaca lagi. Tabligh tidak mau. Nasib rakyat tidak dipedulikan, hanya mengumpul dengan anak istrinya. Khianat……khianat…..

Hanya menghitung-hitung, tanggal berapa ini? kurang berapa lagi sebulan? Kapan naik pangkatnya? Kapan naik gaji? Kapan ini? Kapan itu? Hidupnya jor-joran denggan kawan-kawannya. Naudzubillah……

Sudah mondok sekian lamanya belajar agama seperti tafsir, hadist, dan lainnya. Tidak untuk mengurus tabligh, tidak untuk ngurus, tidak untuk apa-apa. Hilang setelah jadi pegawai. Sudah lupa kepada masyarakat, sudah lupa kepada negara, sudah lupa kepada nasib agama.

Masih untung kalau mau sembahyang atau jum’atan, itulah pegawai. Boleh dilihat jadi pegawai sepuluh atau duapuluh tahun belum bisa buat rumah. Itu biasa, paling-paling kalung sebentar, cincin sebentar, Honda sebentar.

Jangan sampai anak-anak sekalian menyandarkan warisan orang tua. Warisan tidak memberkahi, anggaplah tidak akan menerima warisan. Hidup self help, berani menolong diri sendiri. Maka kalau hanya menyandarkan hanya pada orang tua itu namanya kere, pengemis. Kalau memang jantan, tidak usah menerima warisan orang tua, seperti Triumurti, Pak Sahal, Pak Zarkasih, dan Pak Fanani. Ayah saya hanya mempunyai sawah tidak lebih dari satu hektar, tapi anak-anaknya seperti saya, Pak Lurah, Pak Fanani, Pak Zar dan lainnya, sabar.

Pegang doran, pegang cangkul, betul-betul petani. Pak Lurah sepuh, ayahnya Pak Iwuk, juga mencangkul. Saya pun demikian, tapi tidak kecil hati. Zaman dulu, kalau orang sudah sekolah Belanda itu merasa orang nigrat. Merasa orang terpandang, merasa maju, orang yang cerdas, karena sekolah disekolahkan Belanda. Tapi ayah saya tidak demikian, ayah saya seorang kiyai di desa, tetapi terpandang, jujur, adil dan di cintai.

Menjadi murid atau santri pondok modern jangan kecil hati. Kamu itu belum apa-apa, besarkan hatimu. Yen wanio ing gampang, wedio ing pakewuh, sabarang ora kelakon, ini wasiat Ramayana, artinya : “Kalau hanya ingin enak saja, takut kesulitan, takut kesukaran hidup, apa saja tidak akan tercapai”. Hidup adalah perjuangan, lieben is treigen. Itulah manusia hidup di dunia. jangan takut hidup. Ini yang harus dipegang mulai dari sekarang.

Yang lebih penting lagi adalah jujur. Percaya kepada Allah. Jangan kecil hati. Inilah yang saya amanatkan. Amanat yang saya pidatokan, yang pertama kali mengenai iqtisyodiyyah, mengenai ekonomi, pengupa jiwa, golek sundang pangan, sanguine urep.

Jangan sampai anak-anakku iri kepada kawan-kawannya yang menjadi pegawai. iri kepada orang yang mendapatkan gaji. Sekali lagi jangan kecil hati. Jangan salah niat. Ini yang saya pertama kali tanamkan kepada anak-anakku.

Jangan takut hidup. Yang penting iman kuat. Jaga kehormatan, insyaallah cukup rezeki. Ini saja anak-anakku, mudah-mudahan ada manfaatnya, ada berkahnya, untuk hidup di dunia akhirat, khusnul khotimah.

Rabu, 01 Agustus 2012

Untuk Mu di Langit



Senandung lirih sang bumi yang masih terdiam dalam rindu
Menepis semua badai yang mendera dalam syahdu
Terbersit tanya dalam setiap rotasi
Akankah mentari sanggup menyinari seluruh isi bumi
Bumi terhanyut dalam gulita
Menikmati indahnya bintang yang meski menjauh kala dipandang
Matahari, bumi, bulan dan galaksi semua adalah bintang pada dasarnya
Tapi jauh berbeda pada hakikat dan fungsinya
Penghuni langit yang Maha Melihat lagi Maha Bijaksana
Maha tahu atas semua ciptaan
Raja segala raja
Aku bumi bersyukur atas nikmat Mu
Aku bumi bersyukur atas semua karunia Mu
Aku bumi percaya akan takdir dan seluruh kuasa dan kehendak Mu

Rabu, 20 Juni 2012

izinkanku menantimu

termenungku dalam tangismu
~ hooo ooo
tak mengerti apa yang tlah terjadi padamu
mungkinkah cinta kita kan bersatu
~~~~ hooooo ouoooo
dapatkah diriku miliki cinta di hatimu

selamanya ku kan selalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan selalu hadirkan cinta untukmu
~~~^~^
selamanya ku kan selalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan selalu hadirkan cinta untukmu

~~v~v
bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku
izinkan ku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo ooouoooo
menantimu
~~~ huuuuuuoooo ooo
meski waktu terus berganti
dirimu takkan terganti
hingga nanti engkau kembali
namamu masih di hati
~~~^~^

bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku

izinkanku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo ooouoooo
menantimu
~~~ huuuu hoouooohoo

selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu
selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu

~~~V~V~
bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku
izinkanku tuk selalu menantimu
~~~ hoooo wouooo
menantimu
~~~ huuuuu yeiyeeeee
menantimu



* kalo udah baca dan suka tolong di like ya hehe, do not like before reading this little piece of heart.



miss you.miss you.miss you.miss you.miss you.miss you........ Where are you..... Hmm (little smile.please), yeah thats right, just wait for right moment. I know that. Give me a way please... Need you 'Allah' i know you love us. Than you give us a rule to be happy in your heaven.ever. Bismillah.. Moving forward.
lagu ini hadiah ulang tahun

Sabtu, 02 Juni 2012

Pengertian BK Pola 17

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan“counseling” dalam bahasa inggris. Secara harfiah istilah “guidance” dariakar kata “guide” berarti mengarahkan (to direct), memandu (to pilot),mengelola (to manage) dan menyetir (to steer).13vBimbinganDewa Ketut Sukardi dalam salah satu bukunya yang berjudulBimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, menyebutkan bahwabimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada seseorang agar memperkembangkan potensi-potensi yang dimiliki,mengenali dirinya sendiri, mengatasi persoalan-persoalan sehingga merekadapat menentukan sendiri jalan hidupnya secara bertanggung jawab tanpabergantung kepada orang lain.14Prayitno dan Erman Amti, dalam bukunya Dasar-dasar Bimbingandan Konseling juga menjelaskan pendapat dari para ahli tentang bimbingan,diantaranya:Ø Frank Parson, bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepadaindividu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatujabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu.(Frank Parson, dalam Jones, 1951).Ø Crow & Crow, Bimbingan adalah bantuan yang diberikan olehseseorang, laki-laki atau perempuan, yang memiliki kepribadian yangmemadai dan terlatih dengan baik kepada individu- individu setiap usiauntuk membantunya mengatur kegiatan hidupnya sendiri,mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membuat keputusansendiri dan menanggung bebannya sendiri. (Crow & Crow, 1960).Ø Bernard & Fullmer, Bimbingan merupakan segala kegiatan yangbertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu. (Bernard &Fullmer, 1969). vKonselingMenurut Dewa Ketut Sukardi, konseling adalah hubungan timbalbalik antara konselor dengan klien (counselee), dalam memecahkanmasalah-masalah tertentu dengan wawancara yang dilakukan secara “Faceto Face” atau dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan klien, sehinggaklien sanggup mengemukakan isi hatinya secara bebas, yang bertujuan agarklien mengenal dirinya sendiri, menerima diri sendiri dan menerapkan dirisendiri dalam proses penyesuaian dengan lingkungannya membuatkeputusan, pemilihan dan rencana yang bijaksana serta berkembang danberperanan lebih baik dan optimal dalam lingkungannya.16Dalam buku lain, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan danKonseling di Sekolah, Dewa Ketut mengartikan konseling sebagai suatuupaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antarakonselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik, human (manusiawi),yang dilakukan dalam suasana keahlian dan yang didasarkan atas normanormayang berlaku, agar klien memperoleh konsep diri dan kepercayaandiri sendiri dalam memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkinpada masa yang akan datang.17Prayitno dan Erman Amti, juga menjelaskan pendapat dari para ahlitentang konseling, diantaranya: Ø Jones, kegiatan di mana semua fakta dikumpulkan dan semuapengalaman siswa difokuskan pada masalah tertentu untuk diatasisendiri oleh yang bersangkutan, dimana ia diberi bantuan pribadi danlangsung dalam pemecahan masalah itu. Konselor tidak memecahkanmasalah untuk klien. Konseling harus ditujukan pada perkembanganyang progresif dari individu untuk memecahkan masalah-masalahnyasendiri tanpa bantuan.
(Jones, 1951).Ø Smith, suatu proses di mana konselor membantu konseling membuatinterpretasi- interpretasi tentang fakta yang berhubungan dengan pilihan,rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. (Smith,dalam Sertzer dan stone, 1974).Dari beberapa pengertian konseling di atas, Prayitno dan Erman Amtimengambil sebuah kesimpulan bahwa konseling adalah proses pemberianbantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli(konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien)yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.18Dari pengertian bimbingan dan pengertian konseling di atas, dapatditarik sebuah benang merah bahwa Bimbingan dan Konseling adalah prosesbantuan khusus yang diberikan kepada semua siswa dalam membantu siswamemahami, mengarahkan diri, bertindak dan bersikap sesuai dengan tuntutandan keadaan lingkungan siswa di sekolah, keluarga dan masyarakat dalamrangka mencapai perkembangan diri yang optimal. Hallen dalam bukunya Bimbingan dan Konseling mengatakan bahwapola umum Bimbingan dan Konseling di sekolah sering disebut dengan BKPola 17, karena di dalamnya termaktub 17 butir pokok yang perlu diperhatikandalam penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah, meliputikeseluruhan kegiatan Bimbingan dan Konseling yang mencakup bidang-bidangbimbingan, jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan danKonseling. Seluruh kegiatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah ditujukanterhadap seluruh peserta didik (siswa) yang secara langsung menjadi tanggungjawab guru pembimbing atau guru kelas. Pelayanan Bimbingan dan Konselingdi sekolah dilaksanakan secara terprogram, teratur dan berkelanjutan.Pelaksanaan program-program itulah yang menjadi wujud nyata daridiselenggarakannya kegiatan Bimbingan dan Konseling di sekolah. 19Sedangkan BK Pola 17 itu sendiri adalah pelayanan bantuan untukpeserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiridan berkembang secara optimal; dalam bidang-bidang bimbingan yangmeliputi bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar danbimbingan karier; melalui berbagai jenis layanan yang meliputi layananorientasi, layanan informasi, layanan penempatan dan penyaluran, layananbimbingan belajar, layanan konseling perorangan, layanan bimbingankelompok, dan layanan konseling kelompok; dan kegiatan pendukungnya yangmeliputi instrumentasi Bimbingan dan Konseling, penyelenggaraan himpunandata, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus


SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS

Pendahuluan
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.

Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah. Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
Pra Lahirnya Pola 17
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan berdampak pada buruknya citra bimbingan dan konseling, sehingga melahirkan miskonsepsi terhadap pelaksanaan BK, munculnya persepsi negatif terhadap pelaksanaan BK, berbagai kritikan muncul sebagai wujud kekecewaan atas kinerja Guru Pembimbing sehingga terjadi kesalahpahaman, persepsi negatif dan miskonsepsi berlarut. Masalah menggejala diantaranya: konselor sekolah dianggap polisi sekolah, BK dianggap semata-mata sebagai pemberian nasehat, BK dibatasi pada menangani masalah yang insidental, BK dibatasi untuk klien-klien tertentu saja, BK melayani ”orang sakit” dan atau ”kurang normal”, BK bekerja sendiri, konselor sekolah harus aktif sementara pihak lain pasif, adanya anggapan bahwa pekerjaan BK dapat dilakukan oleh siapa saja, pelayanan BK berpusat pada keluhan pertama saja, menganggap hasil pekerjaan BK harus segera dilihat, menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien, memusatkan usaha BK pada penggunaan instrumentasi BK (tes, inventori, kuesioner dan lain-lain) dan BK dibatasi untuk menangani masalah-masalah yang ringan saja.
Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah diselenggarakan dengan pola yang tidak jelas, ketidak jelasan pola yang harus diterapkan disebabkan diantaranya oleh hal-hal sebagai berikut :
1. Belum adanya hukum
Sejak Konferensi di Malang tahun 1960 sampai dengan munculnya Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung dan IKIP Malang tahun 1964, fokus pemikiran adalah mendesain pendidikan untuk mencetak tenaga-tenaga BP di sekolah. Tahun 1975 Konvensi Nasional Bimbingan I di Malang berhasil menelurkan keputusan penting diantaranya terbentuknya Organisasi bimbingan dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI). Melalui IPBI inilah kelak yang akan berjuang untuk memperolah Payung hukum pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah menjadi jelas arah kegiatannya.
2. Semangat luar biasa untuk melaksanakan
BP di sekolahLahirnya SK Menpan No. 026/Menpan/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Merupakan angin segar pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah. Semangat yang luar biasa untuk melaksanakan ini karena di sana dikatakan “Tugas guru adalah mengajar dan/atau membimbing.” Penafsiran pelaksanaan ini di sekolah dan didukung tenaga atau guru pembimbing yang berasal dari lulusan Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan atau Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (sejak tahun 1984/1985) masih kurang, menjadikan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas. Lebih-lebih lagi dilaksanakan oleh guru-guru yang ditugasi sekolah berasal dari guru yang senior atau mau pensiun, guru yang kekurangan jam mata pelajaran untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Pengakuan legal dengan SK Menpan tersebut menjadi jauh arahnya terutama untuk pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah.
3. Belum ada aturan main yang jelas
Apa, mengapa, untuk apa, bagaimana, kepada siapa, oleh siapa, kapan dan di mana pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan dilaksanakan juga belum jelas. Oleh siapa bimbingan dan penyuluhan dilaksanakan, di sekolah banyak terjadi diberikan kepada guru-guru senior, guru-guru yang mau pensiun, guru mata pelajaran yang kurang jam mengajarnya untuk memenuhi tuntutan angka kreditnya. Guru-guru ini jelas sebagian besar tidak menguasai dan memang tidak dipersiapkan untuk menjadi Guru Pembimbing. Kesan yang tertangkap di masyarakat terutama orang tua murid Bimbingan Penyuluhan tugasnya menyelesaikan anak yang bermasalah. Sehingga ketika orang tua dipanggil ke sekolah apalagi yang memanggil Guru Pembimbing, orang tua menjadi malu, dan dari rumah sudah berpikir ada apa dengan anaknya, bermasalah atau mempunyai masalah apakah. Dari segi pengawasan, juga belum jelas arah dan pelaksanaan pengawasannya. Selain itu dengan pola yang tidak jelas tersebut mengakibatkan:
  1. Guru BP (sekarang Konselor Sekolah) belum mampu mengoptimalisasikan tugas dan fungsinya dalam memberikan pelayanan terhadap siswa yang menjadi tanggungjawabnya. Yang terjadi malah guru pembimbing ditugasi mengajarkan salah satu mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Kesenian, dsb.nya.
  2. Guru Pembimbing merangkap pustakawan, pengumpul dan pengolah nilai siswa dalam kelas-kelas tertentu serta berfungsi sebagai guru piket dan guru pengganti bagi guru mata pelajaran yang berhalangan hadir.
  3. Guru Pembimbing ditugasi sebagai “polisi sekolah” yang mengurusi dan menghakimi para siswa yang tidak mematuhi peraturan sekolah seperti terlambat masuk, tidak memakai pakaian seragam atau baju yang dikeluarkan dari celana atau rok.
  4. Kepala Sekolah tidak mampu melakukan pengawasan, karena tidak memahami program pelayanan serta belum mampu memfasilitasi kegiatan layanan bimbingan di sekolahnya,
  5. Terjadi persepsi dan pandangan yang keliru dari personil sekolah terhadap tugas dan fungsi guru pembimbing, sehingga tidak terjalin kerja sama sebagaimana yang diharapkan dalam organisasi bimbingan dan konseling.Kondisi-kondisi seperti di atas, nyaris terjadi pada setiap sekolah di Indonesia.
Lahirnya Pola 17
SK Mendikbud No. 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya terdapat hal-hal yang substansial, khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling adalah : 1. Istilah “bimbingan dan penyuluhan” secara resmi diganti menjadi “bimbingan dan konseling.” 2. Pelaksana bimbingan dan konseling di sekolah adalah guru pembimbing, yaitu guru yang secara khusus ditugasi untuk itu. Dengan demikian bimbingan dan konseling tidak dilaksanakan oleh semua guru atau sembarang guru. 3. Guru yang diangkat atau ditugasi untuk melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling adalah mereka yang berkemampuan melaksanakan kegiatan tersebut; minimum mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam. 4. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan pola yang jelas : a. Pengertian, tujuan, fungsi, prinsip dan asas-asasnya. b. Bidang bimbingan : bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir c. Jenis layanan : layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran, pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok.d. Kegiatan pendukung : instrumentasi, himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah dan alih tangan kasus. Unsur-unsur di atas (nomor 4) membentuk apa yang kemudian disebut “BK Pola-17” 5. Setiap kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan melalui tahap :a. Perencanaan kegiatanb. Pelaksanaan kegiatanc. Penilaian hasil kegiatand. Analisis hasil penilaiane. Tindak lanjut6. Kegiatan bimbingan dan konseling dilaksanakan di dalam dan di luar jam kerja sekolah. Hal-hal yang substansial di atas diharapkan dapat mengubah kondisi tidak jelas yang sudah lama berlangsung sebelumnya. Langkah konkrit diupayakan seperti :1. Pengangkatan guru pembimbing yang berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling.2. Penataran guru-guru pembimbing tingkat nasional, regional dan lokal mulai dilaksanakan.3. Penyususnan pedoman kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti :a. Buku teks bimbingan dan konselingb. Buku panduan pelaksanaan menyeluruh bimbingan dan konseling di sekolahc. Panduan penyusunan program bimbingan dan konselingd. Panduan penilaian hasil layanan bimbingan dan konselinge. Panduan pengelolaan bimbingan dan konseling di sekolah4. Pengembangan instrumen bimbingan dan konseling5. Penyusunan pedoman Musyawarah Guru Pembimbing (MGP) Dengan SK Mendikbud No 025/1995 khususnya yang menyangkut bimbingan dan konseling sekarang menjadi jelas : istilah yang digunakan bimbingan dan konseling, pelaksananya guru pembimbing atau guru yang sudah mengikuti penataran bimbingan dan konseling selama 180 jam, kegiatannya dengan BK Pola-17, pelaksanaan kegiatan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, penilaian, analisis penilaian dan tindak lanjut. Pelaksanaan kegiatan bisa di dalam dan luar jam kerja. Peningkatan profesionalisme guru pembimbing melalui Musyawarah Guru Pembimbing, dan guru pembimbing juga bisa mendapatkan buku teks dan buku panduan. 

*semoga bermanfaat.

Jumat, 25 Mei 2012

Assalamu'alaikum Cinta

Kisah ini diangkat dari perjalanan cinta seorang pemuda yang mana dia sangat mencintai seorang gadis desa yang terletak di daerah pegunungan indah yang mana daerah tersebut sangat ah sejuk dan damai sehingga melahirkan cinta bagi mereka yang berada di sana. sikap dewasa,sopan dan ramah nya si gadis ini membuat pemuda itu jatuh cinta dan sayang, semakin lama waktu pun terus berlari berputar dengan berjalannya jarum jam, namun rasa itu hanya dapat dia pendam dan simpan dalam-dalam karena keadaan yang belum mengizinkan untuk mengutarakan hal tersebut, namun sungguh disayangkan karena rasa yang dipendamnya hanya membuat cinta itu semakin tinggi bahkan kerinduan sudah tak bisa lagi tertahankan, pemuda itu hanya diam dan merintih kesakitan karena berat menahan rasa rindu yang selama ini tertanam di dalam hatinya, pemuda itu menahan semuanya hanya karena ingin membuat si gadis ini tenang dan bisa menjalani masa pendidikannya dengan baik, perlahan dia mencoba untuk dapat mengontrol dirinya agar rasa rindunya dapat tertahan hingga tiba saat yang tepat untuk menyampaikan semua isi hatinya, berbagai macam cara telah dilakukan tentunya dengan cara yang baik dan masih dalam norma-norma yang ada, dia selalu berdoa dalam sujud bahkan dikeheningan malam meski terkadang air dingin terasa sangat menusuk tubuhnya namun hal itu tidak dia hiraukan, dia hanya ingin apa yang ada dalam hatinya tercurahkan semuanya kepada sang pencipta, dia menangis dalam gelap memohon ridho dan rahmat Nya agar dapat menahan semua yang dirasa saat ini dan tersampaikan hingga kelak tiba saat manis yang dinanti, perasaan cintanya semakin terdorong ketika dia bermimpi melihat burung dara putih bersih sehingga dia ingin memilikinya kemudian pemuda itu mengejarnya namun setiba dipertigaan jalan tepat di depan rumah berdiri seorang lelaki tidak terlalu tua memberikan saran kepadanya" jika ingin memiliki burung tersebut maka berjalan seperti biasa Insya Allah sampai ", saat pemuda itu terbangun dia selalu terfikirkan oleh mimpi yang menghampiri malamnya itu, satu bulan telah berlalu dia mulai mengenal keluarga gadis tadi dari ayah, ibu sampai adik-adiknya namun belum sempat terlintas dalam benaknya tentang mimpi tadi hingga bulan ke empat tiba dan saat itulah pemuda itu mulai mengutarakan isi hatinya, meski hanya melalui sebuah kado yang memang ketika itu adalah ulang tahun si gadis tadi, sejak saat itulah gadis tadi menyimpan tanya kenapa pemuda itu memberinya kado dan tahu bahwa hari itu adalah hari ulang tahunnya, lambat laun gadis tadi pun menyadari bahwa pemuda itu mencintainya dan memiliki rasa yang dalam terhadapnya maka sejak itulah gadis tadi mulai menjauh dan menghindarinya, langkahnya yang salah membuatnya bertanya-tanya mengapa keadaan menjadi semakin keruh, hingga suatu ketika terbukalah mimpi yang telah dialami sebelumnya tersadar bahwa lelaki yang tidak terlalu tua dan memberikan saran itu adalah ayah dari gadis tadi namun pemuda itu masih belum yakin atas tafsirannya tentang mimpi itu, hingga waktu semakin berlari dan tak terasa sudah dua tahun pemuda itu dalam penantian, berjuang menahan hati dan perasaan yang semakin menjadi-jadi namun dia hanya bisa menuangkan rasa rindunya melalui tinta yang dia tuliskan di atas kertas bahkan tak jarang tinta itu bercampur dengan air matanya, pemuda itu mendefinisikan cinta dengan perjanjian suci yang tertuang dalam hati sehingga terbentuk rasa percaya antara satu dengan lainnya. baginya cinta tidak perlu dibuat-buat, cinta tidak perlu dirancang, namun cinta harus dijalani dengan hati yang jernih, bersih dalam kasih sebening embun seterang cahaya. 

Pada tahun ke tiga pemuda itu berusaha untuk mencari jalan terang atas hubungan antara keduanya, dengan mengirimkan sacarik kertas yang ditulisnya dengan rangkaian kata-kata yang memang selama ini sudah terukir di dalam hatinya, namun jawaban itu datang dengan tidak memuaskan, entah betulkah itu kata-kata keluar dari hatinya atau karena dorongan dan paksaan dari kawan-kawannya, meski demikian pemuda itu hanya bisa tersenyum dan menahan pedih yang dirasakannya ketika itu, dengan menyimpan balasan surat tadi dan sedikit petikan kata dari yang terkirim dari kawan-kawannya. disela-sela waktu di penghujung tahun ketiga seorang wanita datang menghampiri pemuda itu dengan sebuah cerita yang merupakan jawaban atas cintaku padanya, saat wanita itu bertanya padanya " apakah dia benci kepada pemuda itu ? gadis tadi menjawab tidak sama sekali hanya saja jika pemuda itu menampakkan cintanya kepada orang lain maka dia akan semakin menampakkan kebenciannya kepada pemuda itu, " yang intinya dia hanya ingin semuanya berjalan seperti biasa, dan saat ditanya " apakah gadis itu mencintainya ? gadis itu pun hanya diam dan tersenyum sambil mengalihkan pembicaraan ke arah yang lainnya ". sejak saat itulah pemuda tadi mulai mengingat kembali atas mimpi yang telah dialaminya, dan semua itu terjawab bahwa mimpi itu adalah petunjuk awal atas semua perasaannya kepada gadis tersebut, namun demikian pemuda itu hanya bisa pasrah kepada yang maha kuasa atas segala kehendak Nya, karena hakikatnya setiap manusia memiliki hak dan hak pemuda itu adalah mencintai gadis tadi namun gadis itu pun memiliki hak untuk menentukan kemana hatinya akan berlabuh, pemuda itu hanya bisa memohong kepada sang khaliq agar apa yang ada di dalam hatinya tersampaikan dan gadis tadi menjadi seorang wanita yang tepat dan selamat hingga akhir hayat kelak, lantunan syair menemani pemuda itu setiap dia dalam keadaan sunyi sepi gundah dan rindu karena dia hanya bisa bernada melalui tinta tidak bisa secara langsung mengungkapkan rasa itu meski semua orang tahu bahwa cinta pemuda itu sungguh sangat mendalam kepada si gadis pujaan hatinya, bahkan tidak jarang pemuda itu melantunkan lagu yang dibuatnya hanya untuk mengutarakan betapa tulusnya cinta dan kasih sayang yang disimpan selama ini. 

Memasuki tahun ke empat gadis tadi pun pidah melanjutkan studinya di luar daerah, pada awalnya perpisahan itu membuatnya sangat sakit karena jaraknya yang semakin jauh namun lambat laun semua itu menjadi lebih baik keadaan membaik bahkan berbeda ketika gadis tadi dekat dengannya rindu yang tertahan lebih menyakitkan ketika mereka dalam satu tempat namun tidak dapat bertemu dan bertatap muka, dibandingkan dengan rindu yang dipisahkan jarak, hal ini terjadi sudah hampir setahun melengkapi tahun ke empat, tahun pertama berpisahnya jarak antara pemuda dan gadis pujaannya yang sering dia panggil dengan sebutan peri kecil, bagi pemuda itu jarak yang jauh sekali pun bukanlah suatu alasan untuk saling merasakan antara satu hati dengan lainnya, jika saja memang saling mengerti dan merasakan hal yang sama dalam kerinduan dan kasih sayang.

Jika cinta yang ditanamnya tumbuh maka dia berharap agar cinta itu memang tumbuh dengan kurun waktu yang tepat, percuma adanya jika memaksakan kehendak bahkan memaksa tumbuh matang sebelum waktunya, seperti halnya buah jika kita tanam dan tumbuh dengan sendirinya maka akan manis rasanya meski harus menunggu dalam waktu yang lama, namun jika buah itu kita paksa tumbuh dengan cepat atau kita petik sebelum waktunya maka hanya akan membuatnya tidak sempurna, begitulah yang saat ini dilakukan oleh pemuda itu kepada gadis pujaan hatinya, banyak saran yang mengalir ditelinganya agar mencari pengganti gadis lainnya namun baginya Tuhan Maha tahu, Tuhan Maha adil, Tuhan akan menilai segala sesuatu atas kesungguhan dan ketulusan hamba Nya dalam mengejar apa yang diharapkan untuk ridho dan rahmat Nya, cerita hanyalah tertinggal cerita, kisah hanyalah tertinggal kisah, semua itu adalah sejarah cinta yang dijalani oleh seorang pemuda yang ingin cintanya tumubuh dengan ketulusan dari masing-masing hati karena dia yakin Tuhan tidak diam dan tidak salah meletakkan dan menyatukan tulang rusuk yang memang dipisahnya dan kemudian kelak akan disatukan kembali oleh Nya.   

*semoga bermanfaat.          

Kamis, 24 Mei 2012

INFORMASI RAIMUNA NASIONAL 2012

KERANGKA ACUAN

RAIMUNA NASIONAL X TAHUN 2012
YANG DISEMPURNAKAN DALAM RAPAT KWARDA PAPUA, KWARDA PAPUA BARAT DENGAN KWARTIR NASIONAL DAN DKN 25 DAN 26 AGUTUS 2011 DI KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

1.      Latar Belakang
Sejak lahirnya Gerakan Pramuka pada tahun 1961, Gerakan Pramuka telah mengemban amanah untuk membina generasi muda Indonesia dengan sistem kepanduan agar dapat menjadi kader dan pemimpin bangsa yang handal dengan bermodal watak serta tingkah laku yang baik dan bijaksana serta ditambah dengan nilai–nilai agama yang sesuai dengan keyakinannya masing – masing.
Dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda Indonesia, Gerakan Pramuka menggunakan sistem pembinaan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metoda Kepramukaan. Serta dilakukan penggolongan terhadap anggotanya, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega serta Orang Dewasa yang berdasarkan atas usia anggota.
Setiap golongan memiliki kegiatan besar yang merangkum semua metoda pembinaan yang dilaksanakan selama menjadi anggota Gerakan Pramuka. Mulai dari Pesta Siaga, Jambore untuk Penggalang, Raimuna untuk Penegak dan Pandega, serta Karang Pamitran bagi Orang Dewasa.
Saat ini merupakan masa transisi bagi usia pemuda 16 s.d. 25 tahun untuk mencari jati diri serta merupakan era globalisasi yang terdapat multi krisis, baik moral, dan tingkah laku, bahkan ekonomi. Sehingga pemuda dalam usia Penegak dan Pandega perlu metoda dan jenis kegiatan yang bertujuan untuk memberikan arahan agar menjadi kader pembangunan bangsa yang baik dan handal, minimal untuk dirinya sendiri dan keluarga.
Dalam tujuan dan tugas yang diemban Gerakan Pramuka serta untuk mengurangi dampak dari era globalisasi dan krisis multi dimensi tersebut serta dengan objek pembinaan usia 16 s.d. 25 tahun, maka Gerakan Pramuka, mulai dari Kwartir Nasional hingga Gugus Depan mengadakan kegiatan  besar bagi golongan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan nama Raimuna, yang merupakan kegiatan terdiri atas pengembangan wawasan, bakti, keterampilan, dan kebudayaan.
Raimuna sendiri merupakan dua buah kata yang berasal dari Suku Ambai, Provinsi Papua, terdiri atas Rai yang artinya Pertemuan, dengan Muna yang artinya Pemimpin/Kepala Suku. Sehingga Raimuna dapat diartikan Pertemuan Para Pemimpin/kepala Suku, makna tersebut dapat mewakili makna pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, karena Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan para pemimpin dikelompoknya masing – masing dan calon pemimpina bangsa.
Sesuai dengan kelender kegiatan dan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008, diputuskan pelaksanaan Raimuna Nasional pada tahun 2012 bertempat di Papua dan selaku tuan rumah adalah Kwarda Papua. Guna memperlancar segala usaha dan persiapan pelaksanaan kegiatan, maka diperlukan Kerangka Acuan Raimuna Nasional X tahun 2012.

2.      Dasar Pelaksanaan Kegiatan
  • UU Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka
  • Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  • Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Raimuna
  • Rencana Strategik Gerakan Pramuka tahun 2008 s.d. 2012.
  • Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008 tentang Pelaksanaan Raimuna Nasional X tahun 2012
  • Program Kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008 s.d. 2013
3.      Maksud dan Tujuan

Maksud pelaksaan kegiatan ini adalah
  1. Melaksanaan tujuan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega,
  2. Meningkatkan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  3. Meningkatkan kecintaan tanah air,
  4. Rasa Persaudaraan,
  5. Membentuk sikap Teguh, Rela berkorban, Mandiri, dan penuh tanggung jawab.
Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah :
  1. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Meningkatkan wawasan kebangsaan,
  3. Meningkatkan rasa kebersamaan dikalangan Pemuda Indonesia,
  4. Menjadi kader pemimpin dimasyarakat,
  5. Memperoleh tambahan keterampilan dan pengalaman.
4.      Nama Kegiatan

Kegiatan ini dinamakan Raimuna Nasional X tahun 2012

5.      Tema

Pramuka Indonesia bersama masyarakat membangun kampung tanah Papua


6.      Moto

Satyaku kudarmakan,  darmaku kubaktikan

7.      Rencana Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, direncanakan dilaksanakan pada bulan 24 – 30 Juni  2012 (bertepatan dengan kalender liburan pendidikan) selama tujuh hari serta bertempat diBumi Perkemahan Cenderwasih Jayapura Papua .   

8.      Perkiraan Peserta, Pimpinan Kontingen, dan Pembina Pendamping

Peserta Raimuna Nasional X tahun 2012, terdiri atas :
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Kwartir Cabang se-Indonesia,
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Gugus Depan Gerakan Pramuka di Luar negeri,
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Organisasi Kepanduan Negara Lain,
  • Pemuda dan Pemudi Indonesia (Pelajar, Mahasiswa, Penganguran, dll) yang berusia 16 s.d 25 tahun, yang berasal dari Organisasi Kepemudaan Indonesia dan atau bukan Organisasi Kepemudaan Indonesia serta bukan merupakan anggota Gerakan Pramuka.
Dengan persyaratan secara umum adalah :
  1. Pramuka atau Pemuda yang berusia 16 s.d 25 tahun, dan telah memenuhi kecakapan Umum digolongannya untuk anggota Pramuka,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Mendapatkan izin dari Orang Tua/Wali dengan dibuktikan Surat Izin Orang Tua/Wali,
  4. Merupakan perwakilan dari Gugusdepan, dan Kwartirnya atau Organisasi/ Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  5. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  6. Sanggup membayar fee peserta, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.
Pimpinan Kontingen, merupakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (atau seusia Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega) yang bertugas memimpin dan bertanggung jawab terhadap Kontingennya.
Dengan persyaratan secara umum adalah :
  1. Pramuka atau Pemuda yang berusia 16 s.d 25 tahun, dan telah memenuhi kecakapan Umum digolongannya untuk anggota Pramuka,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Mendapatkan izin dari Orang Tua/Wali dengan dibuktikan Surat Izin Orang Tua/Wali,
  4. Merupakan perwakilan dari Gugusdepan, dan Kwartirnya atau Organisasi/ Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  5. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  6. Sanggup membayar fee Pinkon, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.
Pembina Pendamping, adalah Orang Dewasa yang bertugas untuk membimbing Kontingen untuk melaksanakan tugas dan fungsinya masing – masing dalam kontingen. Sesuai dengan prinsip pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Dengan persyaratan:
  1. Berusia lebih dari 28 tahun (sesuai Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka), lebih baik telah memenuhi syarat sebagai Pembina Mahir Pramuka Penegak/Pramuka Pandega,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Merupakan perwakilan dari Gugus Depan, dan Kwartirnya atau Organisasi/Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  4. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  5. Sanggup membayar fee Bindam, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.
Perkiraan jumlah Peserta, Pinkon, dan Bindamping adalah:
  • Peserta utusan Kwarcab se-Indonesia
8 orang putera dan 8 orang puteri, dari 486 Kwartir Cabang se-Indonesia, sebanyak   7.776 orang
  • Peserta utusan Gudep Luar Negeri
8 orang putera dan 8 orang puteri, dari  10 Gugusdepan Luar Negeri  sebanyak 160 orang
  • Peserta dari Luar Negeri ASEAN dan PNG
       8 orang putera dan 8 orang puteri, dari 11 Negera sebanyak 176 orang
  • Pinkon
       1orang putera dan 1 orang puteri  dari 33 DKD   sebanyak 66 orang
  • Bindamping Kwarda
       1 orang Pembina putera dan 1 orang Pembina Puteri dari 33 Kwarda sebanyak 66 orang.
  • Bindamping Gugusdepan Luar Negeri
1 Orang Putera dan 1 orang Puteri dari 11 Negera sebanyak 22 orang
Jumlah  seluruh peserta, pinkon, dan bindamping  adalah   8.286   orang.


9.      Campfee

Peserta Lokal Rp. 300.000/orang
Pinkonda & Bindamping Rp. 400.000/orang
Peserta & Bindamping Luar Negeri US $ 150/orang

10.  Kepanitiaan

Kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012 diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dengan tuan rumah adalah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua . Untuk menyelenggarakan Kegiatan serta melaksanakannya, maka Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan membentuk Panitia Penyelenggara, dan Sangga Kerja/Panitia Pelaksana yang berasal dari unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah Tuan Rumah, dan unsur Dewan Kerja se-Indonesia.
Uraian tugas dan tanggung jawab Panitia Penyelenggara dan Sangga Kerja/Panitia Pelaksana dijabarkan kemudian oleh Kelompok Kerja.

11.  Kedatangan Kontingen.

Semua kontingen daerah mupun kontingen Cabang yang datang ke Papua mengunakan Pesawat Udara dan Kapal laut.  Setelah tiba dibandara maupun pelabuhan laut semuanya akan dijemput dengan ADAT  PENERIMAAN TAMU. Selanjutnya akan  dipandu oleh seorang pendamping yang berasal dari daerah kontingen tersebut.

12.  Transportasi.

a. Transportasi Udara:          1) Garuda 3 X penerbangan sehari
2) Merpati  3 X Penerbangan sehari
3) Lion Air 2 X Penerbangan sehari
4) Batavia  1 X Penerbangan
5) Expres  1 X Penerbangan
6) Hercules TNI AU
b.Transportasi Laut:             1)  KM Gunung Dempo 5 hari perjalanan
2) KM Doloronda 6 hari perjalanan
3) KM Ngapulu  6 hari perjalanan
4) KM Sinabung 6 hari perjalanan
5) KM Dobonsolo
6) KRI Banda Aceh dari Jakarta
7) KRI Nusanife dari Jakarta
8) KRI  Makasar dari Surabaya
9) KRI Surabaya dari Surabaya
c.Transportasi Lokal :           1) Kendaraan Bus milik Pemda Provinsi 10 unit 
2) Kendaraan Bus milik Pemda Kabupaten Kota /Kabupaten 10 unit
3) Kendaraan Bus anak sekolah  8 unit
4) Kendaraan Bus DAMRI  10 unit  
4) Kendaraan Truk Milik TNI/POLRI … unit
5) Kendaraan sewa (angkutan umum, hotel) …. unit

Akomodasi :

  1.  Hotel 25 unit (direncanakan di VVIP dan VIP di SwisBell Hotel, Kwarnas, Gubernur dan Kwarda di Hotel Assthon)
  2. Asrama, Diklat  dan Penginapan lainnya.

13.  Bentuk Kegiatan

Kegiatan pada Raimuna Nasional X tahun 2012 dilaksanakan dalam bentuk, al :
  • Pengenalan Kegiatan
  • Praktek dan Simulasi
  • Dinamika Kelompok
  • Diskusi
  • Lokakarya
  • Interaksi
  • Komunikasi
14.  Jenis Kegiatan

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda Indonesia dan global, maka kegiatan–kegiatan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 dilaksanakan dengan beberapa jenis kegiatan, antara lain:
  • Perkemahan
  1. Apel
  2. Kunjungan Persaudaraan
  3. Kegiatan Keagaamaan
  4. Api Unggun
  • Keterampilan
  1. Kesakaan
  2. Kepemimpinan
  3. Kehumasan
  4. Kewirausahaan
  5. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  6. Kesehatan
  7. Isu Interaktif
  • Wawasan Nusantara
  1. Pengenalan Lingkungan
  2. Bela Negara
  3. Budaya Nusantara
  • Bakti Masyarakat
  1. Penanaman Pohon Sagu
  2. Penghijauan di daerah sekitar Buper
  3. Penanaman mangrove di Teluk Yotefa
  • Kegiatan wisata yang direncanakan adalah :
  1. Festival Danau Sentai (FDS).
  2. Napak  Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional Marthen Indey.
  3. Napak Tilas Perang  Dunia Kedua
  4. Kampung Wisata Tablanusu  Kab. Jayapura.
  5. Mengunjungi Perbatasan  RI – PNG dan Vanimo Province
  6. Mengunjungi Stadion Mandala.
  7. Wisata Executif   ke Wamena menyaksikan  Perang Suku.
  8. Wisata hutan sagu dan menyaksikan proses pembuatan sagu.
  • Global Development Village
  1. Brotherhood
  2. Culture and Arts
  3. Technology
  4. Communication
  5. Global Issues
  6. Unity of the Nations
  7. Creativity
  8. Music
  9. Dance
  10. Theatre
  11. Cinema show
  12. Food and Drink
  13. Nation and Culture Days
  • Kebudayaan dan Olahraga
  1. Budaya Bangsa
  2. Kesenian
  3. Persaudaraan
  4. Olahraga
15.         Metoda Kegiatan

Proses yang dilaksanakan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 dengan sifat “Edukatif, Kreatif, Produktif, Inovatif, Rekreatif”, selanjutnya metoda yang digunakan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 adalah Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik.

16.         Sistem Perkemahan

Dalam rangka proses pembelajaran dan melakukan sistem “belajar sambil melakukan” dilakukan sistem perkemahan yang dipimpin oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang dipilih dan merupakan Pimpinan seluruh Perkemahan, yang selanjutnya sistem perkemahan dibentuk sepertihalnya sebuah pemerintahan setingkat dengan Provinsi/Kabupaten hingga tingkat RT.
Sistem satuan terpisah antara Putera dan Puteri, serta dipimpin oleh kelompok mereka sendiri. Ditambah dengan beberapa bagian yang semuanya dipimpin oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, sesuai dengan prinsip pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, “dari, oleh, dan untuk Pramuka Penegak dan Pandega dengan kerjasama orang Dewasa”.

Bentuk Tenda

Dalam rangka mengenal dan meningkatkan budaya asli kehidupan pemukiman masyarakat asal kata atau nama Raimuna yang mendiami pesisir kepulauan Yapen yaitu suku Randawaya dana ambay kabupaten kepuluan  Yapen,maka  bentuk tenda yang akan digunakan oleh seluruh peserta perkemahan adalah  “ Bentuk rumah asli yang  atapnya dari daun sagu dan dinding dari gaba-gaba atau kulit kayu. Serta bahan bakarnya dari kayu kering.
Semua bahan ini disediakan oleh Panitia  dan peserta tinggal masuk dan membayar free perkemahan.

17.    Tahapan Pelaksanaan

Untuk melaksanakan kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, proses pelaksanaannya dijalankan dalam beberapa tahapan, antara lain :
  • Tahap Persiapan
  1. Pembentukan Kelompok Kerja (Bulan Pertama)
  2. Pembuatan dan Pengesahan Petunjuk Pelasaksanaan (Bulan Ketiga)
  3. Pembentukan Panitia dan Sangga Kerja
  4. Pembentukan Tim Usaha Dana
  5. Pembuatan Rancangan Anggaran
  6. Pembuatan Logo, Maskot, dan Penentuan Tema dan Slogan Kegiatan
  7. Audensi dengan Pemerintah Pusat dan Tuan Rumah
  8. Pencarian Sponsor Kegiatan
  9. Pelatihan Sangga Kerja
  10. Kampanye Kegiatan
  11. Penayangan Iklan
  12. Promosi Kegiatan
  13. Pelibatan Media Massa
  14. Simulasi Kegiatan
  15. Press Conference
  16. Pengesahan dan Penyebaran Petunjuk Teknis (Juknis)
  • Fasilitas pendukung yang sedang disiapkan dalam tahun anggaran 2011 adalah :
  1. Pembangunan Jaringan Air Bersih
  2. Pekerjaan Gedung  Kwarda dan Aula
  3. Pekerjaan Pintu Gerbang.
  4. Pekerjaan Pembangunasn areal Parkir.
  5. Pekerjaan kantor Pengendali kegiatan.
  6. Pekerjaan Pendopo.
  7. Pekerjaan Tribun Stadion
  8. Pekerjaan Rumah jaga
  9. Pekerjaan MCK
  10. Pekerjaan Gudang.
  11. Pekerjaan Lapangan futsal.
  12. Pembuatan Tugu atau patung Baden Powell.
18.  Fasilitas yang akan dikerjakan tahun anggaran 2012  adalah :
  1. Pelebaran jalan diareal buper.
  2. Pekerjaan Jaringan Listrik.
  3. Tambahan  MCK darurat.
  4. Rumah sakit lapangan
  5. Penyiapan lahan pasar Tradisional dan pasar umu
19.    Tahap Pelaksanaan
-       Perkemahan
-       Upacara Adat Ambalan Bhinneka Tunggal Ika
-       Upacara Pembukaan
-       Kegiatan Hari Pertama
-       Kegiatan Hari Kedua
-       Kegiatan Hari Ketiga
-       Kegiatan Hari Keempat
-       Kegiatan Hari Kelima
-       Kegiatan Hari Keenam
-       Kegiatan Hari Ketujuh
-       Kegiatan Hari Kedelapan
-       Kegiatan Hari Kesembilan
-       Kegiatan Hari Kesepuluh
-       Upacara Adat Ambalan Bhinneka Tunggal Ika
-       Upacara Penutupan
20.    Tahap Pelaporan
-       Pertemuan Evaluasi
-       Penilaian Kegiatan
-       Pembuatan Laporan
-       Laporan Keuangan
-       Ucapan Terimakasih
-       Pembubaran Panitia

21.         Kelompok Kerja

Dalam rangka mempersiapkan dan menyusun pondasi awal dari kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, maka perlu dibentuk sebuah kelompok yang bertugas untuk menyusun serta membentuk langkah awal dan mengembangkan konsep Raimuna Nasional X tahun 2012, dan Konsep Kegiatan, Konsep Perkemahan, Konsep Kepanitiaan, Konsep Keuangan, Konsep Administrasi, Konsep Sarana Pendukung dengan menghasilkan Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional X tahun 2012.
Kelompok Kerja berjumlah 9 (sembilan) orang yang terdiri atas unsur unsur:
  1. Andalan Nasional Gerakan Pramuka
  2. Andalan Nasional Korwil Maluku Papua
  3. Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka
  4. Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka tingkat Nasional
  5. Pimpinan Satuan Karya Pramuka tingkat Nasional
  6. Staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  7. Andalan Daerah Papua
  8. Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Papua
  9. Purna Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka   
22.    Anggaran Kegiatan

Sebuah kegiatan akan membutuhkan anggaran, tergantung tingkat dan level kegiatan. Anggaran Raimuna Nasional X tahun 2012 berasal dari :
  • Fee Peserta dan Pinkoda, serta Bindamping
  • Anggaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  • Bantuan Pemerintah Pusat
  • Bantuan Pemeintah Daerah
  • Sponsor kegiatan yang tidak melanggar aturan atau Undang–undang yang berlaku
23.    Penutup

Demikianlah Kerangka Acuan Kegiatan ini dibuat, sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Terimakasih.

Jakarta, 26 Agustus   2011

Gerakan Pramuka Kwarda Papua

                    K e t u a,


Alex Hesegem,SE



SUMBER INFO :

Rapat antara Kwarnas, DKN dan Kwarda Papua 25 dan 26 Agustus 2011 di gedung Kwarnas. Naskah telah di edit disesuaikan untuk kepentingan "informasi publik" oleh Kak Ha Te.

bimbingan konseling

Bimbingan Konseling, Bimbingan adalah Proses pemberian bantuan (process of helping) kepada individu agar mampu memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, dan menyesuaikan diri secara positif dan konstruktif terhadap tuntutan norma kehidupan ( agama dan budaya) sehingga men-capai kehidupan yang bermakna (berbahagia, baik secara personal maupun sosial)”


Bimbingan dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.

Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling
  • fungsi pemahaman
Memahami Karakteristik/Potensi/Tugas-tugas perkembangan Peserta didik dan membantu mereka untuk memahaminya secara objektif/realistik

  • fungsi preventif
Memberikan Layanan orien-tasi dan informasi mengenai berbagai aspek kehidupan yg patut dipahami peserta didik agar mereka tercegah dari masalah

  • fungsi pengembangan
Memberikan Layanan Bimbingan untuk Membantu Peserta didik Mampu Mengembangkan potensi dirinya/Tugas-tugas perkembagannya
 
  • fungsi kuratif
Membantu para Peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah yang dihadapinya (pribadi,sosial, belajar,atau karir)


Jenis – jenis Bimbingan dan Konseling

Bimbingan akademik

Bertujuan:
  1. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif.
  2. Memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat
  3. Memiliki keterampilan belajar yang efektif.
  4. Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan belajar/pendidikan.
  5. Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.
  6. Memiliki keterampilan membaca buku.

Bimbingan pribadi/social

Bertujuan:
  1. Mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.
  2. Memiliki pemahaman ttg irama kehidupan yg bersifat fluktuatif (antara anugrah dan musibah) dan mampu meresponnya dg positif.
  3. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif
  4. Memiliki sikap respek thd diri sendiri
  5. Dapat mengelola stress
  6. Mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang diharamkan agama
  7. Memahami perasaan diri dan mampu mengekspresikannya secara wajar
  8. Memiliki kemampuan memecahkan masalh
  9. Memiliki rasa percaya diri
  10. Memiliki mental yang sehat

Bimbingan karier

Bertujuan:
  1. Memiliki pemahaman tentang sekolah-sekolah lanjutan.
  2. Memiliki pemahaman bahwa studi merupakan investasi untuk meraih masa depan.
  3. Memiliki pemahaman tentang kaitan belajar dengan bekerja.
  4. Memiliki pemahaman tentang minat dan kemampuan diri yang terkait dengan pekerjaan.
  5. Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir.
  6. Memiliki sikap positif terhadap pekerjaan.
  7. Memiliki sikap optimis dalam menghadapi masa depan.
  8. Memiliki kemauan untuk meningkatkan kemampuan yang terkait dg pekerjaan.

Bimbingan keluarga

Bertujuan:
  1. Memiliki sikap pemimpin dalam keluarga
  2. Mampu memberdayakan diri secara produktif
  3. Mampu menyesuaikan diri dengan norma yang ada dalam keluarga
  4. Mampu berpartisipasi aktif dalam mencapai kehidupan keluarga yang bahagia.

Tujuan diberikannya layanan Bimbingan dan Konseling
  1. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
  2. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
  3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
  4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
  5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalamberinteraksi dengan orang lain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan sebagai dasar dalam kehidupan sosial
  7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
  8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompetitif.
  9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan kompetensi yang mendukung pilihan karir.
  10. Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.

Jumat, 27 April 2012

Happy Birthday

Assalamu'alaikum Cinta......

dengan bertambahnya usiamu aku harap kamu bisa menjadi lebih baik, dewasa dan bijaksana, forgive me for any mistake, 4 tahun sudah berlalu angka 5 tak terasa kini di depan mata dan masih misteri membentang  jauh di depan sana, peri.. ingin rasanya aku menyumbangkan sebuah lagu untukmu namun bagaimana aku bisa melakukannya, aku hanya bisa berdo'a kepada Nya agar kamu di sana baik-baik saja, mendapat karunia dari Nya, diberikan keberkahan atas semua yang kamu lakukan, kesehatan yang baik sehingga kamu dapat meraih apa yang kamu cita-citakan.
tahu kah kamu wahai peri, hingga kini aku hanya bisa mendengarkan nada hatiku sendiri di keheningan malam, dan berharap suatu ketika bisa mendengarnya bersamamu, kutuliskan ini untuk hadiah ulang tahunmu, kunyanyikan ini hanya untuk dirimu peri kecilku.

Restu Ilahi

kekasihku pergi jauh entah kapan kembali
meninggalkan rasa rindu di hati
banyak yang datang silih berganti
namun dirimu yang tetap ku nanti

kini aku terperangkap cintamu
terkurung dalam gelap bayanganmu
kini hidupku hampa tanpamu
kan bertahan hingga aku mati

oh kasih
janganlah engkau tinggalkan
aku di sini masih menunggumu

oh kasih
janganlah engkau lupakan
aku di sini masih merindukanmu

bila esok hari engkau telah kembali
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan sejuta mimpi

bila esok hari engkau telah kembali 
melihat diriku tak ada lagi
percayalah kasih
aku akan datang dan hadirkan restu ilahi

lagu ini aku tuliskan dan aku ciptakan di saat aku rindu kepadamu, rindu yang tidak lagi bisa aku bendung, kerinduan yang sudah mendalam kepadamu, rindu yang tidak mendapat jawaban darimu, dan akhirnya aku hanya menitipkannya kepada sang kuasa, pemilik alam semesta, aku yakin kamulah yang terbaik untukku, jika kamu meng iya kan hal itu, di saat dirimu menangis aku pun gelisah melihat mu seperti itu banyak tanda tanya besar dalam hatiku, ingatlah aku akan selalu menyayangimu, mencintaimu, merindukanmu.

Di sini untukmu

termenungku dalam tangismu
tak mengerti apa yang tlah terjadi padamu
mungkinkah cinta kita kan bersatu
dapatkah diriku miliki cinta
di hatimu

selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu
selamanya ku kan slalu ada di sini untukmu
seutuhnya ku kan slalu hadirkan cinta untukmu

bila kau tetap acuhkan diriku
ku tak mengerti apa yang terjadi
mungkin dirimu ragukan cintaku
izinkan ku tuk selalu menantimu

meski waktu terus berganti
dirimu takkan terganti
hingga kelak engkau kembali
namamu slalu di hati


sekali lagi aku ucapkan selamat ulang tahun, maafkan aku yang tak bisa memberimu apa-apa hanya doa dan nada inilah yang bisa aku berikan untukmu, Peri Kecilku.


Sabtu, 03 Maret 2012

filsafat hidup - Henri Bergson

     Seorang tokoh berdarah campuran Perancis - Yahudi, Henri-Louis Bergson (lahir di Paris, Perancis, 18 Oktober 1859 – meninggal di Paris, Perancis, 4 Januari 1941 pada umur 81 tahun) merupakan seorang filsuf Perancis yang berpengaruh besar terutama pada awal abad ke 20. Ia lahir dari seorang ibu berdarah Inggris dan seorang ayah berdarah Yahudi Polandia. Sebagian besar masa produktifnya dihabiskannya sebagai seorang dosen filsafat dan seorang penulis. Bergson pernah memperoleh nobel untuk sastra pada 1927. dan melahirkan filsafat hidupnya sebagai reaksi atas pandangan materialisme dan pragmatisme.
     Menurut Bergson, Hidup adalah suatu tenaga eksplosif yang telah ada sejak awal dunia, yang berkembang dengan melawan penahanan atau penentangan materi (yaitu suatu yang lamban yang menentang gerak, dan dipandang oleh akal sebagai materi atau benda). manakala gerak perkembangan hidup itu digambarkan sebagai gerak ke atas, materi adalah gerak ke bawah yang menahan gerak ke atas itu. dalam perkembangannya sebagai gerak ke atas, hidup mempunyaipenahanan gerak ke bawah. hal ini mengakibatkan hidup terbagi-bagi menjadi arus yang menuju banyak jurusan, yang tetap memiliki kecakapannya untuk berbuat secara bebas dan dengan terus berjuang keluar dari genggaman materi.
     Bergson yakin akan adanya evolusi, tetapi tidak seperti yang diajarkan Darwin. Evolusi yang menggambarkan evolusi sebagai perkembangan linear (segaris), yang satu sesudah yang lain dengan manusia sebagai puncaknya. menurut Bergson, evolusi adalah suatu perkembangan yang menciptakan, yang meliputi segala kesadaran, segala hidup, segala kenyataan, yang dalam perkembangannya terus-menerus menciptakan bentuk baru dan menghasilkan kekayaan baru. evolusi ini tidak terikat oleh keharusan seperti keharusan yang tersirat dalam hukum sebab-akibat mekanis. Evolusi-demikian menurut-Bergson bukan bergerak ke satu arah di bawah dorongan suatu semangat hidup yang bersifat umum, tetapi evolusi itu berkembang ke arah bermacam-macam. pada tumbuh-tumbuhan, perkembangan itu kandas dlam bentuk-bentuk yang tanpa kesadaran, pada binatang, perkembangan itu berhenti dalam naluri sedangkan pada manusia, perkembangan itu berlangsung sampai ke akal.
     
     Naluri adalah tenaga bawaan kelahiran guna memanfaatkan alat-alat organis tertentu dengan cara tertentu. kerja naluri terjadi otomatis, tanpa memberi tempat pada spontanitas atau pembaharuan. naluri semata-mata diarahkan pada kepentingan kelompok atau rumpunnya oleh karena itu, sifat individual ditaklukkan kepada sifat kelompok.

     Akal yang dimiliki manusia merupakan kecakapan untuk menciptakan alat kerja bagi dirinya dan secara bebas mengubah-ubah pembuatan alat kerja itu. akal mencakapkan manusia untuk menyadarkan diri akan kepentingan individu. akan tetapi, akal tidak dapat dipakai untuk menyelami hakikat yang sebenarnya dan segala kenyataan. sebab, akal adalah hasil perkembangan, yaitu perkembangan dalam rangka proses hidup. akal itu timbul karena penyesuaian manusia. dengan akalnya, manusia dapat menyesuaikan diri dengan dunia sekitarnya. oleh karena itu, akal memiliki fungsi praktis. itulah sebabnya, akal tidak dapat menyelami hakikat yang sebenarnya dari segala kenyataan. akal hanya berguna bagi pemikiran ilmu fisika dan matematika, tetapi akal tidak berguna bagi penyelaman ke dalam hakikat segala sesuatu.

     Intuisi diperlukan untuk menyelami hakikat segala kenyataan. Intuisi adalah tenaga rohani, suatu kecakapan yang dapat melepaskan diri dari akal, kecakapan untuk menyimpulkan serta meninjau dengan sadar, Intuisi adalah naluri yang telah mendapat kesadaran diri, yang telah dicakapkan untuk memikirkan sasarannya serta memperluas sasaran itu menurut kehendak sendiri tanpa batas.

     Bergson membagi agama pada dua macam : pertama, agama statis, dan kedua agama dinamis.
1. Agama statis ialah agama yang timbul karena hasil karya perkembangan. dalam perkembangan ini, alam telah memberikan kepada manusia kecakapan untuk menciptakan dongeng-dongen yang dapat mengikat manusia yang seorang dengan yang lain dan bahwa ia harus mati. karena akalnya juga, manusia tahu bahwa ada rintangan-rintangan yang tak terduga sehingga menghalangi usahanya untuk mencapai tujuannya. Alam telah membantu manusia untuk memikul kesadaran yang pahit ini dengan khayalan-khayalan. demikianlah, akhirnya timbul agama sebagai alat bertahan terhadap segala sesuatu yang dapat menjadikan manusia putus asa.

2. Agama yang dinamis adalah agama yang diberikan oleh intuisi. dengan perantaraan agama inilah, manusia dapat berhubungan dengan asas yang lebih tinggi yang lebih berkuasa dari pada dirinya sendiri. bentuk agama yang paling tinggi adalah mistik yang secara sempurna terdapat dalam agama Kristen. itulah filsafat hidup Bergson yang besar sekali pengaruhnya di Perancis. ketika ia membahas agama Kristen, yang berarti sebagai pegangan hidup karena ia agama yang paling tinggi.
     Bagi Bergson, filsafat adalah kesadaran dan refleksi yang merujuk pada data yang langsung diperoleh dari intuisi. ia mengklasifikasikan akal sebagai suatu fakulti personal, sambil menekankan bahwa setiap filosof secara sadar terlebih dahulu mengikuti titik pandang yang dipilihnya. ia menganggap filosof sebagai orang yang menghadapi pemikiran yang esensial untuk menemukan kondisi-kondisi dari totalitas pengetahuan
(Juhaya S. Pradja, 200 : 118 - 120). 
     

Renaissance Dan Humanisme

A. Renaissance

     Istilah Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti kebangkitan kembali. oleh sejarawan, istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di Eropa. orang yang pertama menggunakan istilah tersebut adalah Jules Michelet, sejarawan Perancis terkenal. Menurutnya, Renaissance ialah periode penemuan manusia dan dunia dan bukan sekedar sebagai kebangkitan kembali yang merupakan permulaan kebangkitan modern. bila dikaitkan dengan keadaan, Renaissance adalah masa antara zaman pertengahan dan zaman modern yang dapat dipandang sebagai masa peralihan, yang ditandai oleh terjadinya sejumlah kekacauan dalam bidang pemikiran. di satu pihak terdapat astrologi, kepercayaan yang bersangkutan dengan dunia hitam, perang-perang agama, dan sebagainya, dan di lain pihak muncullah ilmu pengetahuan alam modern serta mulai berpengaruhnya suatu perasaan hidup baru. pada saat itu muncullah usaha-usaha penelitian empiris yang lebih giat yang pada akhirnya memunculkan sains bentuk baru.
     Awal mula dari suatu masa baru ditandai oleh suatu usaha besar dari Descartes (1596 - 1650 M ) untuk memberikan kepada filsafat suatu bangunan yang baru. dalam bidang filsafat,zaman Renaissance kurang menghasilkan karya penting bila dibandingkan dengan bidang seni dan sains. namun,di antara perkembangan itu, terjadi pula perkembangan dalam bidang filsafat. Descrates sering disebut sebagai tokoh pertama filsafat modern.
     Sejak itu dan juga telah dimulai sebelumnya, yaitu sejak permulaan Renaissance, sebenarnya individualisme dan humanisme telah dicanangkan. Descrates memperkuat idea-idea ini. Humanisme dan Individualisme merupakan ciri Renaissance yang penting. Humanisme ialah pandangan bahwa manusia mampu mengatur dunia dan dirinya. ini suatu pandangan yang tidak menyenangkan orang-orang yang beragama. Oleh karena itu, zaman itu sering juga disebut sebagai zaman humanisme, maksudnya manusia diangkat dari abad pertengahan.
     Pada abad pertengahan, manusia dianggap kurang dihargai sebagai manusia. kebenaran diukur berdasarkan ukuran gereja (kristen), bukan menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran haruslah dibuat oleh manusia. karena manusia mempunyai kemampuan berfikir, humanisme menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan mengatur dunia.
     Ciri utama Renaissance ialah humanisme, individualisme, lepas dari agama (tidak mau diatur oleh agama), empirisme, dan rasionalisme. hasil yang diperoleh dari watak itu ialah berkembangnya pengetahuan rasional. Filsafat berkembang bukan pada zaman Renaissance,melainkan kelak pada zaman sesudahnya (zaman modern). sains berkembang karena semangat dan hasil empirisme itu. Agama (kristen) semakin ditinggalkan, karena semangat humanisme itu. ini kelihatan dengan jelas kelak pada zaman modern. rupanya,setiap gerakan pemikiran mempunyai kecenderungan menghasilkan yang positif, tetapi sekaligus yang negatif. mungkihkan gerakan pemikiran itu hanya menimbulkan yang posotif saja ? mungkin.
      Pada zaman modern, filsafat didahului oleh zaman Renaissance. sebenarnya, secara esensial,zaman Renaissance itu, dalam filsafat tidak berbeda dari zaman modern. ciri-ciri filsafat Renaissance ada pada filsafat modern. Tokoh pertama filsafat modern adalah Descrates. dalam filsafat, rasionalisme Yunani (Renaissance), individualisme,humanisme, lepas dari pengaruh agama. sekalipun demikian, para ahli lebih senang menyebut Descrates sebagai tokoh rasionalisme. (Ahmad Tafsir, 2006 : 127)
      Ciri utama filsafat pada masa Renaissance adalah rasionalisme, yang menetapkan bahwa kebenaran berpusat dari akal, tetapi setiap akal bergantung padsa sujek yang menggunakannya. oleh karena itu, seorang filosof rasionalis menekankan bahwa berfikir sebagai wujud keberadaan diri, jika seorang berfikir berarti ia ada. Ajaran ini diperkenalkan oleh Rene Descrates dengan paradigma cogito ergo sum atau cogito desrates. (Ahmad syadali dan Mudzakir, 2004 : 104 - 106).  




B. Humanisme
    Pada masa Renaissance muncul aliran yang menetapkan kebenaran berpusat pada manusia, yang kemudian disebut dengan humanisme. aliran ini lahir disebabkan kekuasaan gereja yang telah menafikan berbagai penemuan manusia, bahkan dengan doktrin dan kekuasaannya, gereja telah meredam para filosof dan ilmuwan yang dipandang dengan penemuan ilmiahnya telah mengingkari kitab suci yang selama ini diacu oleh kaum kristiani.
    Humanisme, menurut Ali Syariati (1992 : 39), berkaitan dengan eksistensi manusia, bagian dari aliran filsafat yang menyaakan bahwa tujuan pokok dari segala sesuatu adalah kesempurnaan manusia. aliran ini memandang bahwa manusia adalah makhluk mulia yang semua kebutuhan pokok diperuntukkan untuk memperbaiki spesiesnya.
    Ada empat aliran yang mengklaim sebagai bagian dari humanisme, yaitu : (1) liberalisme barat; (2)marxisme; (3) eksistensialisme; dan (4) agama. liberalisme barat menyatakan diri sebagai pewaris asli filsafat dan peradaban humanisme dalam sejarah, yang dipandangnya sebagai aliran pemikiran peradaban yang dimulai dari Yunani Kuno dan mencapai puncak kematangan kesempurnaan relatif pada Eropa modern.
    Teori humanisme barat dibangun atas asas yang sama yang dimiliki oleh mitologi Yunani Kuno bahwa antara langit dan bumi, alam dewa-dewa dan alam manusia, terdapat pertentangan dan peraturan, sampai-sampai muncul kebencian dan kedengkian antara keduanya. para dewa adalah kekuatan yang memusuhi manusia. seluruh perbuatan dan kesadarannya ditegakkan atas kekuasaannya yang lazim terhadap manusia yang dibelenggu oleh kelemahan dan kebodohannya. hal itu dilakukan karena dewa-dewa takut menghadapi ancaman kesadaran, kebebasan, kemerdekaan, dan kepemimpinan manusia atas alam. setiap manusia yang menempuh jalan ini dipandang telah melakukan dosa besar dan memberontak kepada dewa-dewa. karena pemberontakannya itu, manusia dihukum dengan berbagai siksaan yang amat kejam.
     Pada satu sisi, manusia selalu berusaha menyelamatkan diri dari belenggu dan tawanan para dewa, dan selanjutnya menggeser tahta mereka atas alam semesta, yang dengan begitu, manusia bisa melepaskan nasibnya dari cengkraman para dewa zalim dan menentukan kehendaknya sendiri.
     Tentu saja hubungan yang bercorak permusuhan seperti ini, sepenuhnya wajar dan logis. dan dari satu sisi bisa dikatakan benar dan sepenuhnya sahih. sebab, dewa-dewa dalam mitologi Yunani adalah penguasa segala sesuatu, dan manifestasi dari kekuatan fisik yang terdapat di alam semesta:laut, sungai, bumi, hujan, keindahan, kekuatan jasmani, kemakmuran ekonomi, gempa, penyakit, kelaparan, dan kematian. (Ali Syariati, 1992 : 40)
      Berdasarkan hal itu, pertempuran antara dewa-dewa dan manusia, pada dasarnya adalah pertempuran antara manusia dan penguasa kekuatan alam yang berlaku atas kehidupan, berkehendak dan nasib manusia. dengan kekuatan, kecerdasan, dan kesadarannya yang terus-menerus meningkat, manusia mencoba untuk membebaskan dirinya dari cengkraman kekuasaan tersebut, agar dia bisa menentukan urusannya sendiri dan menjadi kekuatan paling berkuasa atas alam semesta ini. Artinya, dia bisa menjadi wakil Zeus yang merupakan fenomena kekuasaan alam atas manusia.
      Kesalahan Barat yang paling serius yang di atasnya ditegakkan bangunan humanisme modern dimulai dari pandangan Politzer, dan berlanjut pada Feurbach dan Marx- ialah mereka menganggap dunia mitologi Yunani Kuno yang bergerak di seputar jiwa yang terbatas, alami dan fisikal, dan dunia spiritual yang sakral dalam pandangan agama-agama besar Timur-sekalipun ada perbedaan esensial antara keduanya sebagai dunia yang sama, dan menganalogikan fenomena yang ada dalam hubungan manusia dengan Ahuramazda, Rhama, Tao, Yesus Sang Juru Selamat, dengan hubungan manusia dengan Zeus, bahkan mereka menyatakan adanya kesamaan antara keduanya. padahal mereka tahu bahwa kedua bentuk hubungan tersebut sepenuhnya berbanding terbalik. (Ali Syariati, 1992 : 40) 
      Pada mitologi Yunani Kuno terdapat Brameteus yang menghadiahkan "api ketuhanan" kepada manusia, yang dicurinya dari para dewa ketika mereka sedang tidur lelap, lalu dibawanya ke bumi. Bramateus memperoleh siksaan keras akibat dosanya itu. adapun dalam agama-agama terdapat malaikat besar, iblis, yang kemudian diusir dan dilaknat oleh Tuhan karena ia mengingkari perintah Allah dengan tidak mau bersujud kepada Adam sebagaimana malaikat lainnya.
      Selanjutnya, "api ketuhanan" itu ditemukan dalam agama-agama dalam bentuk nur (cahaya,hikmah atau dakwah) dari langit yang dibawa oleh para utusan Ilahi untuk disampaikan kepada manusia, dan seterusnya anak cucu Adam diseru untuk berkiprah dan berdakwah, takut (akan siksa Ilahi) dan berharap (kepada ridha-Nya), agar mereka terbebas dari kegelapan dan menuju cahaya.
   Di sini, kita melihat bahwa berbeda dengan Zeus, dalam agama-agama, Tuhan berkehendak membebaskan manusia dari belenggu perbudakan terhadap alam, dan menyatakan pula bahwa cara membebaskan diri dari belenggu tersebut adalah mengikuti "api Bramateus" itu sendiri, dan seterusnya, kita sampai pada kesimpulan tersebut, yaitu bahwa Allah-lah dalam pandangan agama-agama besar dunia yang mengajak manusia untuk mengalahkan Zeus dan menyatakan bahwa "seluruh malaikat bersujud kepada Adam" dan bahwasanya "daratan, lautan, semuanyaditundukkan untuk kepentinganmu."
     Itulah sebabnya, wajar dan logis bila dalam pandangan Yunani Kuno yang memitoskan alam tersebut, humanisme mengambil bentuk sebagai penentang kekuasaan para dewa, yakni tuhan-tuhan alam dan sesembahan mereka. dari sini, terbentuklah pertarungan antara humanisme dan theisme.
      Berdasarkan hal itu, humanisme Yunani Kuno berusaha untuk mencapai jati diri manusia dengan seluruh kebenciannya kepada Tuhan dan pengingkarannya atas kekuasaan -Nya, serta memutuskan tali perhambaan manusia dengan "langit", ketika ia menjadikan manusia sebagai penentu benar atau tidaknya suatu perbuatan, dan menentukan bahwa segala potensi keindahan itu terletak pada tubuh manusia. Humanisme Yunani hanya memerhatikan unsur-unsur yang mengagungkan keindahan kekuasaan atau kenikmatan bagi manusia.
     Konsistensi humanisme seperti itu, manakala menampakkan dirinya di depan "langit", ia pun berubah sosoknya menjadi bercorak bumi dan menyimpang ke arah materialisme atau pengagungan terhadap nilai-nilai materialis. itu sebabnya, humanisme, dalam pandangan Barat- sejak Yunani Kuno hingga Eropa modern- bermuara pada materialisme, dan menemukan nasibnya yang tercermin dalam liberalisasi sains, peradaban borjuis Barat, dan marxisme timur. semuanya itu menyeret humanisme yang mengagungkan manusia di Barat untuk memilih bentuk dengan posisi yang semakin meningkat penentangnya terhadap theisme, karena katholik abad pertengahan menjadi agama Masehi yang dipandangnya sebagai agama mutlak, sebagai musuh humanisme, serta menciptakan pertarungan langit dan bumi yang juga ada pada mitologi Yunani dan Romawi Kuno. akibatnya, manusia sejalan dengan interpretasi-interpretasi Yunani tentang "dosa asal" dan " pengusiran manusia dari surga"-dinyatakan sebagai mahluk yang dipaksa tunduk kepada kehendak Tuhan dan tertindas di muka bumi, serta menyebutnya sebagai "pendosa yang lemah dan terkutuk". yang memperoleh pengecualian dari komunitas manusia seperti itu hanyalah lapisan kaum pendeta karena dipandang memiliki "Roh Tuhan", dan bahwa satu-satunya jalan menuju kebahagiaan yang harus ditempuh orang lain adalah taklid buta kepada mereka, serta bergabung dalam lembaga resmi yang dikendalikan oleh suatu institusi formal yang mengatasnamakan diri sebagai wakil Tuhan di muka bumi. metode berfikir seperti inilah yang menyebabkan theisme menjadi lawan humanisme, dan cara perealisasian kekuasaan Tuhan ini, secara paksa, digerakkan di atas mazhab yang menjadikan humanisme sebagai korbannya. oleh karena itu, Humanisme-pada abad pertengahan betul-betul terlindas. itulah sebabnya, fenomena-fenomena artistik dan estetik abad pertengahan merupakan ungkapan dari lukisan-lukisan metafisik dan apa yang ada di balik alam manusia: Roh Kudus, Yesus Kristus, Malaikat, Mukjizat, Kramat, dan sebagainya. kalaupun di situ terlihat wajah manusia, itu pasti wajah orang-orang suci dan santo-santo. itu pun pasti dengan jubah yang menutup kepala hingga mata kaki, dan lazimnya wajah mereka pun tersembunyi demikian rupa, atau tenggelam di balik "cahaya malakut". inilah alasannya perhatian sepenuhnya dalam estetika Yunani dicurahkan pada tubuh manusia, dan bangunan keindahan dipusatkan pada lekuk-lekuk tubuh telanjang. patung-patung dan lukisan-lukisan Yunani yang mengemukakan keindahan kepala manusia dan menjadikan puncak keindahan terletak pada tubuh telanjang, merupakan gaya yang muncul dari humanisme seperti itu, oleh karena itu seni di Eropa mengenal unsur-unsur kemanusiaan. 
       Di tempat manapun katholik abad pertengahan berada, kita pasti melihat manusia berbondong-bondong menuju Tuhan. artinya, mereka diwajibkan mencari perkenan dan ridha Tuhan dengan mengorbankan jati diri kemanusiaan mereka. sampai sejauh manakah kira-kira persamaan antara Tuhan dalam agama Masehi dan Tuhan Zeus ?
    Kalau kita bisa mengatakan bahwa humanisme pasca-renaissance di Eropa modern merupakan kelanjutan dari humanisme Yunani Kuno, kita pun bisa mengatakan bahwa. "mazhab langit" yang ada dalam agama Masehi abda pertengahan juga merupakan kelanjutan dari "mazhab langit" dalam mitologi Yunani dan Romawi Kuno, baik yang ada pada abad pertengahan maupun abad modern sekarang ini. semuanya mengalir dari sumber Yunani. sementara itu, sejarah peradaban Barat adalah kelanjutan dari aliran yang bertentangan yang terdapat dalam sumber tersebut. tidak ada perbedaan apapun, apakah agama maupun ilmu pengetahuan.
       Kedua aliran yang bertentangan dan berasal dari satu sumber itu, mengambil bentuk dalam borjuisme dan marxisme, yang sama-sama bermuara pada. "materialisme-humanisme", baik dalam bidang kehidupan maupun akidah. baik pulitzer maupun marx sama-sama menutup mata terhadap dampak psikologis pandangannya pada diri manusia. masyarakat borjuis dan komunis, memperoleh hasil yang sama dalam usahanya membentuk manusia, kehidupan, dan masyarakat manusia. borjuisme masyarakat komunis yang lebih terkemudian-yang sekarang ini tidak memiliki pendukung-bukan terjadi secara kebetulan, asal-asalan, dan tidak terkena revisi. sebab, semuanya berakhir pada manusia. oleh karena itu, adalah wajar bila filsafat-filsafat yang menjadikan manusia sebagai objeknya, bila berangkat dari titik yang sama, pasti memperoleh hasil yang sama pula.
      Bagaimana pun, baik liberalisme barat yang borjuis maupun komunis, kedua-duanya mengklaim diri sebagai humanis dan berbicara tentang humanisme. yang pertama mengklaim bahwa tercapainya pengembangan potensi-potensi manusia bila dilakukan dengan cara memberikan kebebasan pribadi dan kebebasan berfikir kepada manusia dalam penelitian ilmiah, mengemukakan pendapat, dan produk-produk ekonomi. adapun yang kedua mengklaim bahwa tujuan tersebut bisa dicapai dengan cara tidak mengakui kebebasan-kebebasan tersebut, dan memasungnya dalam kepemimpinan diktator tunggal, yang dibantu oleh kelompok tunggal, diorganisasi oleh-dan dibangun atas-ideologi tunggal, kemudian membentuk menusia dalam sosok yang sama. akan tetapi, filsafat-filsafat borjuis-liberalis, yaitu meratanya kelas borjuis pada seluruh bangunan masyarakat.
       Tidakkah menggelikan,manakala kemudian dikatakan bahwa dengan demikian, marxisme jauh lebih borjuis dari pada borjuisme ?
      Benar, memang menggelikan, dan itu-dari sudut pandang humanisme-adalah faktual. sebagaimana halnya dengan liberalisme barat-borjuis yang mengklaim sebagai pewaris peradaban humanisme dalam sejarah, marxisme pun mengklaim diri sebagai metode untuk merealisasikan humanisme dalam bentuk manusia sempurna (insan kamil, L`Homme Total). eksistensialisme, mengajukan klaim lebih dari dua aliran sebelumnya, seperti yang terlihat dalam ucapan sartre, " eksistensialisme adalah humanisme itu sendiri,". dengan klaim seperti itu, otomatis eksistensialisme mempunyai hak yang lebih besar dari pada dua yang disebut terdahulu.
       Adapun mazhab pemikiran keempat, yang jauh lebih tua dan memiliki akar lebih dalam dari pada tiga aliran yang disebut terdahulu adalah pandangan agama tentang alam.
       Mengingat semua agama menyatakan bahwa asas dakwahnya adalah memberi petunjuk kepada manusia menuju kebahagiaan abadi, tidak bisa tidak, ia pasti memiliki filsafat tersendiri tentang manusia. sebab, mustahil terlebih dulu yang definitif tentang manusia. dengan demikian, semua agama dimulai dengan filsafat pembentukan dan perekayasaan manusia.
     Berdasarkan hal ini, sejalan dengan pandangan berbagai aliran pemikiran tentang manusia yang berkembang dewasa ini, yang menganggap manusia sebagai jati diri atau sejenis itu, dan itu diklaim sebagai sesuai dengan pandangan alirannya masing-masing, kita bisa menghimpun suatu definisi dengan menganggapnya sebagai dasar yang telah disepakati bersama guna memulai pembahasan kita. (Ali Syariati, 1992 : 44-45)   




*filsafat umum (dari metologi sampai teofilosofi : 339-346)
  semoga bermanfaat.